GoAsia
Kebun Raya Peradeniya: Rencanakan Kunjungan di Kandy

Kebun Raya Peradeniya: Rencanakan Kunjungan di Kandy

Tim Editorial GoAsia · Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2026
Daftar Isi

Peradeniya cocok masuk rencana Kandy jika Anda ingin menikmati waktu di antara tanaman, bukan menambah satu lagi tempat wisata dengan jadwal ketat. Pilih beberapa minat terlebih dahulu, seperti anggrek, palem, atau pohon ara Jawa yang besar, lalu susun rute jalan kaki berdasarkan pilihan itu. Sisihkan waktu untuk perjalanan, tiket, istirahat, dan perjalanan pulang, dan jangan memperlakukan kebun ini sebagai daftar yang harus dicentang.

Pilihan kunjunganKapan cocok untuk AndaYang perlu direncanakan
Jalan-jalan kebun yang terfokusWaktu Anda terbatas atau Anda ingin acara yang mudah diatur.Koleksi prioritas Anda
Kunjungan botani yang lebih lamaAnda ingin membaca label, memotret tanaman, dan menjelajahi beberapa koleksi.Waktu tambahan, perlindungan dari cuaca, dan tempat istirahat
Kebun plus pusat kota KandyAnda ingin satu persinggahan lagi di sore hari.Perjalanan pulang dan jam buka tiap tempat yang terpisah

Peradeniya terletak kurang dari 5,5 km dari Kandy di Jalan Colombo, dalam lekukan Sungai Mahaweli yang mengelilinginya di semua sisi kecuali selatan.[1] Kebun ini seluas sekitar 60 hektare dan menyimpan lebih dari 4.000 spesies tanaman, dari pohon berkayu dan palem hingga paku-pakuan dan anggrek.[1]

Pilih koleksi yang menarik minat Anda

Halaman resmi kebun menjelaskan koleksi utamanya. Pilih beberapa, tanyakan kepada petugas jalur mana yang dibuka, dan lewatkan sisanya.

Pohon ara Jawa di Kebun Raya Peradeniya
Pohon ara Jawa di Kebun Raya PeradeniyaFoto: Royal Botanic Gardens, Peradeniya / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
  • Lapangan Besar dan ara Jawa: Dekat Monument Road, Lapangan Besar berpusat pada pohon ara Jawa (Ficus benjamina) yang berdiri seperti payung hidup raksasa.[1]
  • Palem: Ada lebih dari 200 spesies palem di kebun ini, dan yang paling mengesankan adalah kelapa laut ganda (Lodoicea maldivica) dari Seychelles.[1]
  • Pohon rempah: Beberapa pohon pala tertua, yang ditanam pada 1840, masih berbuah lebat, berdampingan dengan pohon salam (Pimenta racemosa) dan pohon pimenta (Pimenta dioica).[1] Lihat dan hiruplah aromanya, tetapi jangan memetik tanaman.
  • Anggrek dan paku-pakuan: Anggrek dan paku-pakuan termasuk koleksi utama, jadi tanyakan kepada petugas apa yang dipamerkan pada hari kunjungan Anda.[1]
  • Arboretum dan kaktus: Arboretum luas seluas 20 ha berisi sekitar 10.000 pohon, dan kebun ini juga menanam lidah buaya, agave, dan kaktus lainnya.[1]

Jika tanaman tertentu menjadi alasan utama Anda datang, tanyakan apa yang sedang berbunga, jangan hanya mengandalkan kalender. Pemandu dapat membantu mengenali spesies: tanyakan kepada pihak kebun soal tarif dan ketersediaan saat ini.

Hal yang Dapat Dilakukan

Penawaran baru dimuat dari GetYourGuide setelah Anda mengeklik. GetYourGuide kemudian dapat memproses alamat IP Anda dan menyimpan cookie. Kebijakan Privasi

Penawaran mitra GetYourGuide. GoAsia dapat menerima komisi jika Anda memesan melalui penawaran ini. Periksa apakah tiket masuk atau layanan antar-jemput sudah termasuk dan ikuti aturan resmi pemesanan serta masuk tempat wisata.

Harga tiket masuk dan jam buka yang dipublikasikan

Kebun buka pukul 07:30 sampai 18:00 sepanjang 365 hari dalam setahun, dengan loket tiket pukul 07:30 sampai 17:00. Kafe dan restoran buka pukul 08:00 sampai 17:00.[1]

Kategori wisatawan asingTiket masuk per kunjunganKetentuan
Dewasa asingLKR 3.540[1]Di atas 12 tahun
Pelajar atau mahasiswa asingLKR 2.360[1]Perlu bukti status pelajar atau mahasiswa
Anak asingLKR 1.770[1]Usia 5 sampai 12 tahun

Pisahkan tiket masuk, transportasi, dan pemandu sebagai pos anggaran yang berbeda, dan bawa kartu pelajar atau mahasiswa jika Anda punya.

Dari Kandy, naiklah bus atau tuk-tuk menyusuri Jalan Colombo. Jika naik bus, mintalah sopir atau kondektur memastikan perhentian di kebun. Jika naik tuk-tuk atau mobil, sepakati harga sebelum berangkat, sebutkan apakah itu sekali jalan atau termasuk menunggu dan perjalanan pulang, dan tentukan tempat bertemu kembali.

Jika Anda datang dengan kereta, pastikan kereta Anda berhenti di Stasiun Peradeniya Junction dan atur sendiri perjalanan sambungan ke pintu masuk kebun. Sri Lanka Railways menerbitkan pemberitahuan layanan dan jadwal.

Cuaca, jalan kaki, dan fasilitas pengunjung

Periksa prakiraan Departemen Meteorologi sebelum berangkat, dan ubah rute atau waktu jika cuaca membuat jalan jauh tidak nyaman. Berangkat pagi lebih sejuk dan lebih sepi.

Kenakan sepatu jalan dan bawa air minum serta pelindung dari matahari atau hujan. Tanyakan kepada petugas soal jalur yang dibuka dan aksesibilitas sesuai kebutuhan Anda, dan makanlah di kafe atau di tempat yang mengizinkan makan.

Amati hewan tanpa memberi makan, mendekati, atau menghalangi mereka, dan ikuti arahan petugas jika ada satwa liar di dekat Anda. Jaga barang bawaan tetap aman dan bawa sampah Anda pulang.

Lembaga botani, bukan sekadar taman

Kebun Raya Kerajaan Peradeniya didirikan pada 1821, enam tahun setelah pendudukan terakhir Kerajaan Kandy oleh Inggris.[1] Herbarium Nasional Sri Lanka berada di dalam kebun ini.[1]

Bacalah label dan luangkan waktu untuk memahami perbedaan antartanaman, bukan menilai kunjungan dari foto. Tetaplah di jalur yang diizinkan dan ikuti petunjuk tentang tanaman dan area terlarang.

Menggabungkan Peradeniya dengan bagian lain Kandy

Kunjungan lanjutan ke Kuil Gigi Buddha, waktu di tepi Danau Kandy, atau pertunjukan budaya masing-masing punya jam buka dan jam pertunjukan sendiri, jadi sepakati dulu perjalanan pulang dari kebun sebelum memesan hal lain.

Jika kebun adalah minat utama Anda, biarkan rencana sesudahnya fleksibel dan jangan terburu-buru berpindah antarkoleksi. Gunakan informasi wisata Sri Lanka untuk menghubungkan Kandy dengan perjalanan dataran tinggi yang lebih luas.

Sumber dan latar belakang

Nomor dalam teks seperti [1] merujuk ke sumber-sumber ini.

  1. [1] Department of National Botanic Gardens, Sri Lanka: Royal Botanic Gardens Peradeniya. Diakses 21 Oktober 2026.

Pertanyaan Umum

Apakah Peradeniya layak ditambahkan ke kunjungan di Kandy?

Ya, jika Anda menyukai tanaman. Kebun ini menyimpan lebih dari 4.000 spesies, termasuk lebih dari 200 palem, anggrek, paku-pakuan, dan pohon rempah. Pilih jalan-jalan yang terfokus atau sisihkan waktu lebih lama, sesuai minat dan kondisi fisik Anda.

Berapa tarif tiket masuk yang dipublikasikan?

Pengunjung asing membayar LKR 3.540 per kunjungan jika berusia di atas 12 tahun, LKR 2.360 untuk pelajar atau mahasiswa asing dengan bukti status, dan LKR 1.770 untuk anak asing berusia 5 sampai 12 tahun. Transportasi dan pemandu dibayar terpisah.

Kapan kebun buka dan tutup?

Kebun buka pukul 07:30 sampai 18:00 sepanjang 365 hari dalam setahun, dengan loket tiket pukul 07:30 sampai 17:00. Kafe dan restoran buka pukul 08:00 sampai 17:00.

Bagaimana cara ke sana dari Kandy?

Kebun ini berjarak kurang dari 5,5 km dari Kandy di Jalan Colombo. Naiklah bus dan mintalah sopir atau kondektur memastikan perhentian, atau sepakati harga tuk-tuk sebelumnya. Jika naik kereta, pastikan kereta berhenti di Peradeniya Junction dan atur perjalanan sambungan ke pintu masuk.

Berapa lama sebaiknya saya berada di sana?

Pilih koleksi yang ingin Anda lihat, lalu tambahkan waktu untuk berjalan, istirahat, dan perjalanan pulang. Pencinta tanaman akan membutuhkan waktu lebih lama daripada pengunjung yang berjalan terfokus.

Bolehkah piknik di kebun?

Tanyakan kepada petugas di mana makan diperbolehkan. Kafe dan restoran buka pukul 08:00 sampai 17:00.

Bisakah kebun digabung dengan Kuil Gigi Buddha?

Bisa. Rencanakan kunjungan kebun, transportasi pulang, dan akses ke kuil sebagai bagian terpisah dari hari itu, dan pastikan jam upacara atau pertunjukan budaya.