GoAsia
Bromo: Matahari Terbit, Biaya Jip dan Rencana Kunjungan

Bromo: Matahari Terbit, Biaya Jip dan Rencana Kunjungan

Tim Editorial GoAsia · Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2026
Daftar Isi

Gunung Bromo adalah gunung berapi bak kartu pos di Jawa Timur: kerucut berasap yang menjulang dari Lautan Pasir abu-abu, dengan Gunung Semeru mengepulkan asap di kejauhan. Kunjungan klasiknya adalah naik jip sebelum fajar ke sebuah titik pandang, lalu berjalan melintasi pasir menuju kawah. Titik awal Anda, titik pandang yang Anda pilih, dan apa yang saat ini diizinkan oleh pihak berwenang menentukan bagaimana hari itu berjalan, dan awan bisa menutupi pemandangan apa pun rencana Anda.

Bromo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang seluas sekitar 800 kilometer persegi di Jawa Timur.[1] Kerucutnya sendiri setinggi 2,392 meter.[1] Taman ini bisa dimasuki dari tiga sisi: dari Probolinggo melalui Desa Ngadisari, pendekatan termudah dan paling populer dengan bus umum; dari Pasuruan melalui Tosari; dan yang tersulit, lewat Ngadas.[2]

Pengalaman Matahari Terbit

Pemandangan matahari terbit dinikmati dari Gunung Penanjakan, setinggi 2,770 meter. Dari sana Anda memandang ke bawah ke Bromo di depan dan Semeru yang berasap di belakangnya saat matahari naik.[1] Harganya adalah bangun sangat pagi dan menunggu dalam dingin di titik pandang, jadi perjalanan matahari terbit cocok untuk Anda jika lanskap lebih penting daripada tidur. Tanyakan kepada operator Anda jam penjemputan yang tepat dan titik pandang mana yang dipakai tur.

Bromo adalah gunung berapi aktif. Periksa status terkini di situs PVMBG MAGMA Indonesia dan baca pengumuman taman sebelum memesan dan sekali lagi sebelum masuk. Jauhi zona terlarang, ikuti arahan petugas, dan rencanakan jalan naik ke bibir kawah hanya jika dibuka pada hari Anda datang.

Syal atau masker debu tidak membuat gas vulkanik aman. Respirator partikulat sekali pakai tidak menyaring gas dan uap beracun. Jika gas membuat mata, hidung, atau tenggorokan Anda perih, segera menjauh dari area itu, dan temui dokter jika gejalanya berlanjut.[3]

Hal yang Dapat Dilakukan

Penawaran baru dimuat dari GetYourGuide setelah Anda mengeklik. GetYourGuide kemudian dapat memproses alamat IP Anda dan menyimpan cookie. Kebijakan Privasi

Penawaran mitra GetYourGuide. GoAsia dapat menerima komisi jika Anda memesan melalui penawaran ini. Periksa apakah tiket masuk atau layanan antar-jemput sudah termasuk dan ikuti aturan resmi pemesanan serta masuk tempat wisata.

Cara Menuju ke Sana

Sebagian besar pengunjung terbang ke Bandara Juanda di Surabaya, yang memiliki penerbangan langsung dari Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Jakarta, dan Bali. Dari sana Anda bisa memesan tur atau berkendara lewat rute Surabaya, Pasuruan, Wonokitri menuju Bromo.[1] Dinas pariwisata menyebut perjalanan 2 sampai 3 jam di satu tempat dan sekitar 4 jam di tempat lain, jadi sediakan waktu sesuai angka yang lebih lama.[1] Agar tiba di titik pandang saat matahari terbit, berangkatlah dari Surabaya antara 23:00 dan 24:00.[1]

Sebagian besar rombongan tur dari Surabaya menginap di Tretes, yang memiliki beberapa hotel, dan Malang menjadi basis lain, dengan bandara.[2] Menginap di Cemoro Lawang menempatkan Anda di tepi taman: dari sana Anda menyewa jip atau kuda untuk berkeliling.[2] Bandingkan posisi kamar, pengaturan penjemputan, air panas, dan harga total dengan transfer dari kota, lalu pesan basis yang sesuai dengan rute Anda.

Tiket Masuk

Sejak 30 Oktober 2024, pengunjung asing membayar IDR 255,000 per orang per hari untuk masuk ke kawasan Bromo, pada hari kerja maupun hari libur. Tarif ini sudah termasuk asuransi IDR 5,000. Mobil membayar IDR 10,000 per hari dan sepeda motor IDR 5,000. Pengunjung dan kendaraan tanpa tiket dikenai denda lima kali lipat tarif normal.[4]

Anda harus membeli tiket secara daring terlebih dahulu di situs pemesanan resmi taman, karena tidak ada penjualan tiket di tempat. Taman menetapkan kuota harian 2,752 pengunjung sejak Desember 2019. Pembayaran melalui virtual account harus dilakukan dalam 2 jam setelah pemesanan, dan tiket yang sudah dibayar tidak dapat dijadwalkan ulang maupun dikembalikan dananya.[5]

Pengalaman Naik Jip

Jip adalah cara standar menyeberangi Lautan Pasir. Anda menyewa 4x4 di desa-desa di tepi taman, seperti Cemoro Lawang, untuk lebih dekat ke gunung.[2] Tanyakan apakah harganya per jip atau per orang, dan apa saja yang termasuk: penjemputan, sopir, perhentian di titik pandang, antar pulang. Sepakati total harga sebelum berangkat, termasuk apakah tiket taman termasuk di dalamnya. Tanyakan juga apakah Anda berbagi jip dengan pelancong lain atau memakainya sendiri.

Jip merah terparkir di atas pasir vulkanik gelap di kawasan Bromo
Jip merah terparkir di atas pasir vulkanik gelap di kawasan BromoFoto: Yusron El Jihan / Pexels

Selain Matahari Terbit: Hal Lain yang Bisa Dilakukan

Madakaripura

Madakaripura adalah air terjun di taman nasional, di kawasan Probolinggo, setinggi sekitar 200 meter. Berjalan sekitar 20 menit melintasi sungai dan tanah berbatu membawa Anda ke lembah berbentuk tabung, tempat air jatuh ke ruang alami berkabut dengan dinding berlumut.[6] Dari Surabaya perjalanannya memakan waktu sedikit lebih dari tiga jam.[6] Bersiaplah basah, bawa dry bag untuk ponsel, dan kenakan sepatu yang berpijakan kuat.

Yadnya Kasada

Yadnya Kasada diadakan pada hari ke-14 bulan Kasada dalam kalender lunar Hindu tradisional. Kerumunan membawa sesaji naik gunung dan melemparnya ke kawah: sayuran, buah, ternak, bunga, dan uang, sebagai ungkapan syukur atas panen yang baik dan ternak yang sehat. Sebagian warga setempat turun ke dalam kawah untuk mengambil kembali sesaji.[7] Tontonlah dari bibir kawah sebagai tamu, hormati para pemuja, dan ikuti arahan petugas.

Banyak rencana perjalanan Jawa memasangkan Bromo dengan Ijen. Keduanya adalah perjalanan gunung berapi yang terpisah dengan aturan akses dan pembatasan vulkanik masing-masing, jadi periksa satu per satu dan sediakan waktu untuk perjalanan darat serta istirahat di antaranya. Baca selengkapnya di panduan kami tentang Ijen.

Tips Mengunjungi Gunung Bromo

Bawa pakaian hangat berlapis, sepatu tertutup, dan senter kepala untuk keberangkatan sebelum fajar. Periksa prakiraan cuaca malam sebelumnya, dan jaga rencana tetap fleksibel: penutupan atau pembatasan vulkanik selalu mengalahkan rencana perjalanan Anda.

Sumber dan latar belakang

Nomor dalam teks seperti [1] merujuk ke sumber-sumber ini.

  1. [1] Indonesia Travel: Mount Bromo: location, height, Penanjakan sunrise viewpoint and getting there. Diakses 22 Oktober 2026.
  2. [2] Indonesia Travel: Bromo Tengger Semeru National Park: approaches, Sea of Sand and 4x4 hire. Diakses 22 Oktober 2026.
  3. [3] US Centers for Disease Control and Prevention: Volcano safety: particulate respirators do not filter toxic gases or vapours. Diakses 22 Oktober 2026.
  4. [4] Bromo Tengger Semeru National Park: Notice of 24 October 2024: admission tariffs effective 30 October 2024. Diakses 22 Oktober 2026.
  5. [5] Bromo Tengger Semeru National Park: Notice of 16 October 2024: required online visitor registration. Diakses 22 Oktober 2026.
  6. [6] Indonesia Travel: Madakaripura waterfall: location, height, walk and access. Diakses 22 Oktober 2026.
  7. [7] Indonesia Travel: Yadnya Kasada ceremony at Mount Bromo. Diakses 22 Oktober 2026.
  8. [8] PVMBG, Indonesian Geological Agency: MAGMA Indonesia: current volcano status and official advisories. Diakses 4 Oktober 2026.

Pertanyaan Umum

Apakah matahari terbit di Gunung Bromo sepadan dengan bangun pagi-pagi?

Ya, jika lanskap lebih penting bagi Anda daripada tidur. Dari Gunung Penanjakan, setinggi 2,770 meter, Anda melihat matahari terbit di belakang Bromo sementara Semeru mengepulkan asap di kejauhan. Bersiaplah untuk dijemput sebelum fajar dan menunggu dalam dingin, dan ingat bahwa awan bisa menutupi pemandangan.

Berapa biaya tur matahari terbit Gunung Bromo?

Tiket taman untuk pengunjung asing adalah IDR 255,000 per orang per hari, pada hari kerja maupun hari libur, dan mobil menambah IDR 10,000 per hari (tarif sejak 30 Oktober 2024). Harga jip berbeda-beda menurut operator. Tanyakan apakah penawarannya per jip atau per orang dan apa saja yang termasuk: penjemputan, sopir, perhentian di titik pandang, dan antar pulang.

Bagaimana cara ke Gunung Bromo dari Surabaya?

Terbang ke Bandara Juanda di Surabaya, lalu pesan tur atau berkendara lewat rute Surabaya, Pasuruan, Wonokitri. Dinas pariwisata menyebut perjalanan 2 sampai 3 jam di satu tempat dan sekitar 4 jam di tempat lain, jadi sediakan waktu sesuai angka yang lebih lama. Untuk mengejar matahari terbit, berangkatlah dari Surabaya antara 23:00 dan 24:00.

Apakah aman mengunjungi Gunung Bromo sebagai gunung berapi aktif?

Bromo adalah gunung berapi aktif. Periksa status terkini di situs PVMBG MAGMA Indonesia dan baca pengumuman taman sebelum memesan dan sekali lagi sebelum masuk. Jauhi zona terlarang, ikuti arahan petugas, dan naik ke bibir kawah hanya jika dibuka pada hari Anda datang.

Sebaiknya menginap di Cemoro Lawang atau ikut tur dari Surabaya?

Cemoro Lawang menempatkan Anda di tepi taman, tempat Anda menyewa jip atau kuda. Rombongan tur dari Surabaya biasanya menginap di Tretes, dan Malang adalah basis lain dengan bandara. Bandingkan kamar, pengaturan penjemputan, air panas, dan harga total, lalu pilih basis yang sesuai dengan rute Anda.

Apa yang sebaiknya dikenakan dan dibawa ke Gunung Bromo?

Bawa pakaian hangat berlapis, sepatu tertutup, dan senter kepala untuk keberangkatan sebelum fajar. Syal atau masker debu tidak membuat gas vulkanik aman, karena respirator partikulat sekali pakai tidak menyaring gas dan uap beracun. Jika gas membuat mata, hidung, atau tenggorokan perih, segera menjauh.

Bisakah Gunung Bromo digabungkan dengan Gunung Ijen?

Ya, banyak rencana perjalanan Jawa memasangkan keduanya. Keduanya adalah perjalanan gunung berapi yang terpisah dengan aturan akses dan pembatasan vulkanik masing-masing, jadi periksa satu per satu dan sediakan waktu untuk perjalanan darat serta istirahat di antaranya.