Surabaya

Surabaya

Kota kedua Indonesia yang tangguh dan murah hati ini memberikan penghargaan kepada para pelancong yang melihat melampaui permukaan dengan beberapa makanan jalanan terbaik di Jawa, sejarah kolonial dan revolusioner yang kompleks, serta energi perkotaan yang otentik yang belum tersentuh oleh pariwisata massal.

Bau pertama kali tercium. Tidak tidak menyenangkan, tetapi tak salah lagi: rokok kretek, sate bakar arang, dan udara hangat lembap yang bergulir dari Selat Madura. Surabaya bukanlah kota yang tampil untuk pengunjung. Metropolis terbesar kedua di Indonesia, rumah bagi sekitar tiga juta orang, bergerak dengan kecepatannya sendiri, didorong oleh kebanggaan lokal yang kuat dan tradisi kuliner yang menyaingi apa pun yang ditawarkan Jakarta. Kota ini mendapatkan namanya dari pertempuran legendaris antara hiu (sura) dan buaya (baya), dan semangat juang itu telah mendefinisikan karakternya sejak saat itu, yang paling terkenal selama Pertempuran Surabaya yang brutal pada tahun 1945 yang mengobarkan kemerdekaan Indonesia.

Sebagian besar pelancong internasional melewati Surabaya dalam perjalanan mereka ke Gunung Bromo atau Kawah Ijen, hampir tidak menghabiskan satu malam pun. Itu adalah kesalahan. Berikan kota ini dua atau tiga hari dan Anda akan menemukan gang-gang Kawasan Arab yang harum dengan kapulaga, Pecinan yang lebih tua dari banyak ibu kota Asia Tenggara, arsitektur kolonial yang perlahan-lahan direklamasi oleh vegetasi tropis, dan kancah makanan jalanan yang begitu dalam sehingga penduduk setempat berdebat tentang warung rawon terbaik seperti orang Paris berdebat tentang bistro.

Surabaya tidak indah secara konvensional. Lalu lintas tak henti-hentinya, trotoar tidak konsisten, dan panas tropis bisa sangat menyiksa. Tetapi jika Anda bepergian untuk mengalami bagaimana orang benar-benar hidup daripada hanya menandai tempat-tempat Instagram, kota ini menawarkan sesuatu yang langka: keaslian tanpa kepura-puraan.

Orientasi dan Lingkungan

Surabaya membentang di sepanjang pantai timur laut Jawa, terbelah oleh Sungai Kalimas yang dulunya merupakan jalur kehidupan komersial kota. Kota ini tidak memiliki satu pusat yang jelas, tetapi memahami beberapa zona utama akan membantu Anda bernavigasi.

Kota Tua dan Kawasan Arab

Jantung bersejarah terletak di utara, dekat pelabuhan tua Tanjung Perak. Kawasan Arab (Kampung Arab) di sekitar Jalan Ampel berlabuh di Masjid Ampel, salah satu masjid tertua di Jawa. Gang-gang sempit di sini dipenuhi toko-toko yang menjual kurma, parfum, peci, dan tekstil Timur Tengah. Di sinilah identitas multikultural Surabaya paling hidup. Di dekatnya, Anda akan menemukan gudang-gudang kolonial Belanda yang lapuk dan sisa-sisa distrik komersial Eropa lama.

Pecinan (Kya Kya)

Tepat di selatan Kawasan Arab, distrik Pecinan di sepanjang Jalan Kembang Jepun telah menjadi pusat perdagangan selama berabad-abad. Kuil, toko obat tradisional, dan beberapa warung makanan terbaik Surabaya berkumpul di sini. Area ini sebagian telah dijadikan area pejalan kaki dan direvitalisasi, membuatnya menyenangkan untuk berjalan-jalan di malam hari.

Tunjungan dan Pusat Kota

Jalan Tunjungan adalah jalan paling terkenal di Surabaya, sebuah boulevard era kolonial yang kini dipenuhi mal, hotel, dan Hotel Majapahit yang megah. Area di sekitar Tunjungan Plaza adalah inti komersial, dengan konsentrasi hotel kelas menengah dan atas tertinggi. Menginaplah di sini jika Anda ingin akses jalan kaki ke mal, restoran, dan koneksi ride-hailing yang mudah.

Surabaya Selatan

Distrik selatan di sekitar Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro lebih rindang dan lebih banyak pemukiman, dengan restoran kelas atas, kafe butik, dan rumah-rumah era kolonial yang diubah menjadi kantor. Area ini terasa lebih tenang dan merupakan basis yang baik jika Anda lebih suka menginap dengan tenang.

Surabaya Barat dan Area Pakuwon

Pinggiran kota barat lebih baru dan lebih seperti pinggiran kota, didominasi oleh mal seperti Pakuwon Mall dan Ciputra World. Kecuali Anda memiliki urusan khusus di sini, tidak ada alasan bagi turis untuk menjelajah sejauh ini.

Tempat menginap: Tunjungan untuk kenyamanan dan akses jalan kaki, area Kota Tua untuk suasana dan sejarah (meskipun pilihan hotel lebih terbatas), atau Surabaya Selatan untuk suasana yang lebih tenang dan mewah.

Hal yang Dapat Dilakukan

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Surabaya terletak tepat di selatan khatulistiwa dan panas sepanjang tahun, dengan suhu jarang turun di bawah 25 derajat Celsius di malam hari atau melebihi 35 derajat Celsius di siang hari. Kelembapan secara konsisten tinggi.

MusimBulanCuacaKeramaianHarga
Musim KemarauMei - OktoberPanas, lebih sedikit hujan, kelembapan lebih rendahSedang (puncak sekitar Idul Fitri)Standar hingga sedikit lebih tinggi
Musim HujanNovember - AprilPanas, hujan deras sore hari, sangat lembapRendahLebih rendah

Musim kemarau adalah waktu yang paling nyaman untuk berkunjung, terutama jika Anda berencana menggabungkan Surabaya dengan perjalanan Bromo atau Ijen, karena langit cerah membuat perbedaan besar untuk pemandangan matahari terbit di gunung berapi. Namun, Surabaya sendiri adalah tujuan sepanjang tahun karena hujan biasanya turun dalam guyuran sore yang deras daripada gerimis sepanjang hari.

Idul Fitri (tanggal bergeser setiap tahun berdasarkan kalender Islam) mengubah kota. Banyak penduduk lokal pergi ke kampung halaman mereka, beberapa bisnis tutup, tetapi suasana meriah sangat indah jika Anda berada di sana. Ulang tahun Surabaya pada 31 Mei membawa pertunjukan budaya dan perayaan di seluruh kota. Festival jazz tahunan dan berbagai acara budaya menambah cita rasa sepanjang tahun.

Cara Menuju dan Berkeliling

Kedatangan

Bandara Internasional Juanda (SUB) melayani penerbangan domestik dari seluruh Indonesia dan sejumlah kecil rute internasional, terutama dari Kuala Lumpur, Singapura, dan Hong Kong. Bandara ini terletak sekitar 20 kilometer selatan pusat kota. Bus bandara berjalan ke Terminal Bus Purabaya dan beberapa pemberhentian pusat dengan biaya sekitar $1. Grab (aplikasi ride-hailing dominan di Asia Tenggara) adalah pilihan termudah, dengan biaya sekitar $5 hingga $10 ke pusat Surabaya tergantung lalu lintas. Taksi argo dari loket taksi bandara resmi biayanya sedikit lebih mahal. Untuk detail lebih lanjut tentang koneksi transportasi di seluruh wilayah, GoAsia.cc memiliki informasi rute yang komprehensif.

Surabaya juga dapat dicapai dengan kereta api dari Jakarta (sekitar 9 hingga 12 jam), Yogyakarta (sekitar 5 jam), dan kota-kota lain di Jawa. Stasiun Pasar Turi dan Gubeng adalah pusat kereta api utama, keduanya berlokasi di pusat kota.

Berkeliling

Transportasi umum Surabaya terus membaik tetapi masih terbatas dibandingkan dengan Jakarta. Sistem Bus Suroboyo mencakup rute-rute utama dan patut dicatat karena menerima pembayaran melalui daur ulang botol plastik, meskipun pembayaran konvensional juga berfungsi. Rute terbatas dan jadwal bisa tidak konsisten.

Dalam praktiknya, Grab (baik GrabCar maupun GrabBike) adalah cara sebagian besar pengunjung berkeliling. GrabBike (ojek motor) adalah cara tercepat untuk menembus lalu lintas dan biayanya serendah $0,50 hingga $1 untuk perjalanan singkat. Perjalanan GrabCar melintasi kota jarang melebihi $3 hingga $5.

Berjalan kaki layak dilakukan di lingkungan tertentu seperti Kawasan Arab, Pecinan, atau di sepanjang Jalan Tunjungan, tetapi menghubungkan antar area dengan berjalan kaki tidak menyenangkan karena panas, trotoar yang tidak konsisten, dan lalu lintas yang padat. Jangan berencana berjalan kaki antar distrik utama.

Pemandangan dan Pengalaman Terbaik

Atraksi Wajib Dikunjungi

Masjid Ampel dan Kawasan Arab: Jangkar spiritual komunitas Arab Surabaya, masjid ini berasal dari abad ke-15 dan merupakan salah satu situs Islam terpenting di Jawa. Gang-gang di sekitarnya adalah daya tarik sebenarnya: pasar yang padat dan harum menjual segalanya mulai dari parfum oud hingga madu Yaman. Kunjungi di pagi hari saat pasar paling ramai. Masuk gratis; berpakaian sopan dan lepas sepatu.

House of Sampoerna: Bertempat di bangunan kolonial Belanda yang menakjubkan, museum ini menceritakan kisah industri rokok kretek terkenal di Indonesia. Lantai dasar masih beroperasi sebagai pabrik lintingan tangan di mana ratusan pekerja melinting rokok dengan kecepatan luar biasa. Masuk gratis, dan tur jalan kaki warisan gratis di sekitar Kota Tua di sekitarnya berangkat dari sini setiap hari. Alokasikan 1 hingga 2 jam.

Tugu Pahlawan: Obelisk setinggi 41 meter ini memperingati Pertempuran Surabaya, pertempuran paling berdarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Museum bawah tanah di bawahnya dirancang dengan baik, dengan diorama dan rekaman arsip yang menghidupkan peristiwa November 1945. Tiket masuk sekitar $0,50. Alokasikan satu jam.

Monumen Kapal Selam (Monkasel): Sebuah kapal selam KRI Pasopati era Soviet yang dinonaktifkan berada di taman dekat Sungai Kalimas. Anda dapat berjalan melalui interior yang sempit dan mendapatkan gambaran nyata tentang kehidupan kapal selam era Perang Dingin. Tiket masuk sekitar $1. Ini benar-benar menarik dan memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Pecinan dan Kelenteng Hok An Kiong: Kelenteng Tionghoa tertua di Surabaya, berasal dari abad ke-18, terletak di jantung distrik Pecinan Kembang Jepun. Kelenteng ini kecil tetapi terawat dengan indah. Gabungkan kunjungan dengan jalan-jalan malam di sepanjang bagian pejalan kaki Jalan Kya Kya, di mana warung makanan didirikan setelah gelap.

Permata Tersembunyi

Kampung Lawas Maspati: Kampung warisan yang dikelola komunitas yang tersembunyi di belakang kota tua. Penduduk setempat telah melestarikan rumah-rumah tradisional Jawa dan menawarkan tur jalan kaki informal. Ini adalah kesempatan langka untuk melihat bagaimana komunitas perkotaan Jawa mengatur diri mereka sendiri. Donasi dihargai.

Pantai Kenjeran dan Kelenteng Sanggar Agung: Meskipun pantainya tidak dapat digunakan untuk berenang, kompleks kelenteng Tionghoa-Jawa yang besar yang bertengger di tepi laut sangat mencolok secara visual, dengan patung Guan Yin yang menjulang tinggi dan gerbang bergaya Bali tradisional. Paling baik dikunjungi sore hari untuk menikmati cahaya. Tiket masuk sekitar $0,50.

Taman Bungkul: Taman kota terbaik Surabaya, terletak di selatan kota, menjadi hidup di malam hari dan akhir pekan dengan penjual makanan, keluarga, dan seniman jalanan. Taman ini memenangkan penghargaan PBB untuk taman kota terbaik di Asia. Tempat yang menyenangkan untuk duduk dengan kopi dan mengamati kehidupan sehari-hari.

Atraksi yang Terlalu Dibesar-besarkan

Kebun Binatang Surabaya: Pernah menjadi salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara, kebun binatang ini telah lama menderita kekurangan dana dan masalah kesejahteraan hewan. Kondisinya telah sedikit membaik, tetapi tetap menjadi pengalaman yang menyedihkan bagi sebagian besar pengunjung yang terbiasa dengan standar kebun binatang modern. Lewati saja.

Tunjungan Plaza: Ini hanyalah sebuah mal. Mal besar ber-AC yang berguna untuk melarikan diri dari panas atau membeli kartu SIM, tetapi bukan tujuan itu sendiri meskipun terdaftar di banyak panduan.

Jembatan Merah: Penting secara historis sebagai titik nyala dalam pertempuran tahun 1945, tetapi jembatan itu sendiri adalah struktur kecil yang tidak mencolok di atas kanal. Layak untuk dilihat sekilas jika Anda berada di Kota Tua, tetapi jangan melakukan perjalanan khusus.

Makanan dan Minuman

Kancah makanan Surabaya adalah alasan terbaik untuk menghabiskan waktu di sini. Masakan Jawa Timur lebih berani, lebih manis, dan lebih harum daripada masakan Jawa Tengah atau Barat, dengan penggunaan petis (pasta udang fermentasi), gula aren, dan kacang keluak secara liberal.

Hidangan Khas

HidanganDeskripsiTempat MencobaHarga Khas
RawonSup daging sapi hitam legam yang diwarnai oleh kacang keluak, sangat gurih dengan tauge dan sambalWarung di dekat Pasar Genteng atau di sepanjang Jalan Embong Malang$1 - $2
Rujak CingurBuah-buahan, sayuran, dan irisan moncong sapi dalam saus kental berbasis petis - rasa yang perlu dibiasakan dan wajib dicobaPenjual jalanan di seluruh kota, terutama di dekat pasar tradisional$0,75 - $1,50
Lontong BalapLontong dengan tauge, tahu goreng, dan lentho (gorengan kacang hijau) dalam kuah ringanWarung di dekat Pasar Atum atau area Kota Tua$0,50 - $1
Sate KlopoSate daging sapi atau ayam yang dilapisi kelapa parut, dibakar di atas arangWarung malam di sepanjang Jalan Bongkaran dan berbagai warung$1 - $2
Tahu CampurHidangan tahu campur dengan mie, sayuran, dan kuah kentalTersedia luas di warung jalanan dan warung kecil$0,50 - $1
Nasi Goreng JancukNasi goreng pedas terkenal Surabaya, dinamai dari umpatan lokalWarung makan malam, terutama di sekitar Jalan Karah$1 - $2
Sego SambelNasi dengan berbagai lauk dan sambal cabai mentah dalam jumlah banyakWarung larut malam di seluruh kota$1 - $1,50

Tempat Makan

Makanan jalanan adalah raja di Surabaya. Makan terbaik terjadi di warung sederhana dan gerobak dorong, bukan restoran. Pasar Genteng adalah pasar makanan siang yang hebat. Kawasan Pecinan (Kya Kya) menyala di malam hari dengan warung yang menjual spesialisasi Tionghoa-Indonesia. Jalan Bongkaran dekat Kawasan Arab memiliki sate yang sangat baik dan hidangan yang dipengaruhi Timur Tengah.

Untuk makan kelas menengah, area di sekitar Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro di Surabaya Selatan memiliki pemandangan kafe dan restoran yang berkembang dengan pilihan masakan Indonesia, Jepang, dan Barat. Harapkan membayar $5 hingga $15 per orang untuk makanan lengkap dengan minuman.

Makan kelas atas ada terutama di restoran hotel dan segelintir restoran mandiri di selatan kota. Makanan enak jarang melebihi $20 hingga $30 per orang, membuat Surabaya sangat bernilai bahkan di tingkat atas.

Budaya kopi sedang booming. Surabaya memiliki pemanggang kopi lokal yang sangat baik dan kedai kopi gelombang ketiga, dengan Jawa Timur menghasilkan beberapa biji kopi terbaik Indonesia. Kopi spesial berharga $1,50 hingga $3.

Tempat Menginap

Anggaran (Di bawah $20 per malam)

Hotel dan wisma anggaran berkerumun di sekitar Jalan Genteng dan jalan-jalan dekat stasiun kereta Gubeng. Kamar-kamar sederhana tetapi biasanya bersih, dengan AC dan kamar mandi pribadi di kisaran harga yang lebih tinggi. Hostel backpacker sejati jarang ada di Surabaya, tetapi hotel anggaran menawarkan kamar single dengan harga mulai dari $8 hingga $12. Periksa ulasan online dengan cermat, karena kualitasnya bervariasi.

Kelas Menengah ($20 - $60 per malam)

Tingkat nilai terbaik di Surabaya. Hotel jaringan modern (Ibis, Luminor, Citihub) dan pilihan butik lokal di sekitar Tunjungan dan Jalan Basuki Rahmat menawarkan kamar yang bersih dan lengkap dengan kolam renang dan sarapan termasuk. Hotel Majapahit, sebuah landmark era kolonial, terkadang masuk dalam kisaran atas ini selama promosi dan layak diperiksa karena signifikansi historisnya saja.

Mewah ($60 - $150 per malam)

Merek internasional seperti JW Marriott, Shangri-La, dan Bumi Surabaya menempati tingkat teratas. Dengan $80 hingga $120, Anda mendapatkan kamar yang benar-benar mewah, layanan yang sangat baik, dan fasilitas yang harganya tiga kali lipat di Singapura atau Tokyo. Surabaya Selatan dan area Tunjungan memiliki konsentrasi pilihan mewah tertinggi.

Tips Praktis

Keamanan: Surabaya umumnya aman bagi wisatawan. Kejahatan kekerasan yang menargetkan pengunjung sangat jarang terjadi. Risiko utama adalah pencopetan (perhatikan ponsel Anda di jalan-jalan ramai, karena penjambretan dari sepeda motor yang lewat terjadi) dan lalu lintas. Selalu lihat ke kiri dan kanan beberapa kali sebelum menyeberang jalan.

  • Pembayaran: Uang tunai masih menjadi raja di warung jalanan, warung, dan toko-toko kecil. ATM ada di mana-mana dan menerima kartu internasional. Restoran kelas menengah dan mal menerima kartu kredit. QRIS (sistem pembayaran QR Indonesia) semakin universal, tetapi Anda memerlukan rekening bank Indonesia atau dompet elektronik untuk menggunakannya. Bawa uang kecil (pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000) untuk makanan jalanan.
  • Tip: Tidak diharapkan di warung atau warung jalanan. Di restoran, tip 5 hingga 10 persen dihargai tetapi tidak wajib. Porter hotel menghargai Rp 10.000 hingga 20.000 (sekitar $0,60 hingga $1,25).
  • Kartu SIM: Beli SIM lokal di bandara atau toko ponsel mana pun. Telkomsel memiliki cakupan terbaik. SIM turis dengan data yang cukup berharga sekitar $3 hingga $5. Anda perlu mendaftar dengan paspor Anda.
  • Bahasa: Kemahiran berbahasa Inggris rendah di luar hotel dan bisnis yang berorientasi pada wisatawan. Unduh Google Translate dengan paket bahasa Indonesia untuk penggunaan offline. Mempelajari frasa dasar bahasa Indonesia (terima kasih, berapa, permisi) sangat membantu dan penduduk setempat sangat menghargai usaha tersebut.
  • Pakaian: Surabaya adalah kota yang mayoritas Muslim tetapi relatif santai. Pakaian sopan (menutupi bahu dan lutut) sopan dan praktis untuk perlindungan dari matahari. Tutupi sepenuhnya saat mengunjungi masjid. Pakaian renang hanya pantas di pantai.
  • Manajemen panas: Panas tak henti-hentinya. Bawa air, gunakan tabir surya, dan rencanakan aktivitas dalam ruangan atau di tempat teduh untuk jam-jam tengah hari antara pukul 12 siang dan 3 sore. Mal dan kafe adalah tempat perlindungan ber-AC Anda.

Perjalanan Sehari

Gunung Bromo

Alasan paling populer orang datang ke Jawa Timur. Bromo berjarak sekitar 3 hingga 4 jam berkendara dari Surabaya, biasanya melalui Probolinggo. Sebagian besar pengunjung berangkat dari Surabaya sekitar tengah malam untuk tiba untuk matahari terbit yang terkenal di titik pandang Penanjakan. Anda dapat memesan tur dari Surabaya (sekitar $30 hingga $60 per orang untuk tur kelompok) atau mengatur transportasi pribadi. Pengalaman ini benar-benar spektakuler, tetapi bersiaplah untuk dingin yang ekstrem di puncak sebelum fajar (bawa lapisan pakaian) dan keramaian besar di titik pandang utama. Sangat berharga.

Kawah Ijen

Lebih jauh ke timur, sekitar 5 hingga 6 jam dari Surabaya, Kawah Ijen terkenal dengan danau asam berwarna pirus dan api biru halus yang terlihat dalam kegelapan sebelum fajar. Ini adalah perjalanan yang lebih berat daripada Bromo, melibatkan pendakian curam 3 kilometer dalam kegelapan. Sering digabungkan dengan Bromo dalam tur dua hari, satu malam mulai dari $80 hingga $120 per orang. Api biru benar-benar luar biasa dan sepadan dengan usahanya.

Pulau Madura

Terhubung ke Surabaya oleh Jembatan Suramadu (terpanjang di Indonesia), Madura dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam. Pulau ini terkenal dengan pacuan banteng (karapan sapi), yang diadakan secara musiman, dan masakan Madura yang khas, terutama sate dengan saus kacang. Sumenep, di ujung timur, memiliki istana kerajaan yang menawan dan pantai yang lebih tenang, tetapi membutuhkan komitmen yang lebih lama (3 hingga 4 jam sekali jalan). Perjalanan setengah hari ke bagian barat Madura untuk makanan dan pengalaman jembatan mudah dan berharga.

Trowulan

Sekitar 60 kilometer barat daya Surabaya, Trowulan adalah situs bekas ibu kota Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan pra-kolonial terbesar di Asia Tenggara. Situs arkeologi terbuka ini mencakup reruntuhan candi, gerbang kuno, dan museum yang sangat baik. Ini tidak dramatis seperti Angkor Wat, tetapi penggemar sejarah akan menganggapnya menarik. Dapat dicapai dengan mobil dalam waktu sekitar 90 menit. Tiket masuk minimal.

Tretes dan Batu

Kota-kota perbukitan di selatan dan barat daya Surabaya menawarkan suhu yang lebih sejuk dan pemandangan pegunungan. Tretes (sekitar 1,5 jam selatan) adalah tempat peristirahatan dataran tinggi yang tenang. Batu (sekitar 2,5 jam barat) memiliki taman hiburan, kebun apel, dan infrastruktur pariwisata yang lebih berkembang yang ditujukan untuk pengunjung domestik. Batu menyenangkan tetapi bisa terasa terlalu komersial. Tretes lebih baik untuk pelarian yang tenang.

Contoh Rencana Perjalanan 3 Hari

Hari 1: Kota Tua, Kawasan Arab, dan Pecinan

Pagi: Mulai di House of Sampoerna untuk museum gratis dan tur warisan. Jelajahi jalan-jalan Kota Tua di sekitarnya, perhatikan gudang-gudang kolonial Belanda dan area Jembatan Merah.

Siang: Berjalan ke selatan menuju Kawasan Arab. Kunjungi Masjid Ampel, lalu tersesat di gang-gang pasar. Cicipi kurma, beli parfum oud, dan makan siang nasi kebuli di salah satu warung Kawasan Arab.

Malam: Pergilah ke Pecinan untuk makan malam di sepanjang jalan pejalan kaki Kya Kya. Coba lontong balap dan sate klopo dari warung yang berbeda. Kunjungi Kelenteng Hok An Kiong jika masih buka, atau cukup nikmati suasana malam.

Hari 2: Sejarah Pahlawan, Inti Kota, dan Surabaya Selatan

Pagi: Kunjungi Tugu Pahlawan dan museum bawah tanahnya. Lanjutkan ke Monumen Kapal Selam di dekatnya. Keduanya berdekatan dan dapat diselesaikan dalam beberapa jam.

Siang: Berjalan kaki atau naik kendaraan ke Jalan Tunjungan. Intip lobi Hotel Majapahit untuk merasakan kemegahan kolonial. Jika Anda perlu mendinginkan diri, singgahlah di Tunjungan Plaza untuk AC dan kopi. Kemudian pergilah ke selatan ke Taman Bungkul.

Malam: Jelajahi pemandangan restoran dan kafe di sepanjang Jalan Raya Darmo. Nikmati makan malam rawon yang layak di warung yang bereputasi baik, diikuti dengan hidangan penutup di salah satu kedai kopi trendi di area tersebut.

Hari 3: Perjalanan Sehari ke Madura atau Perendaman Pasar

Opsi A - Madura: Seberangi Jembatan Suramadu pagi-pagi. Jelajahi kota-kota Madura bagian barat, makan sate Madura untuk makan siang, kunjungi lokakarya batik lokal, dan kembali ke Surabaya pada sore hari.

Opsi B - Pasar dan Lingkungan: Habiskan pagi di Pasar Genteng, pasar pusat Surabaya yang ramai. Makanlah sepuasnya di warung makanannya. Di sore hari, kunjungi Pantai Kenjeran dan kompleks kelenteng Sanggar Agung. Akhiri dengan makan malam matahari terbenam di warung seafood di dekat pantai.

Malam (kedua opsi): Cari nasi goreng jancuk di salah satu warung larut malam untuk hidangan perpisahan yang membara.

Tinjauan Anggaran

KategoriAnggaranKelas MenengahKenyamanan
Akomodasi$8 - $15$25 - $50$60 - $120
Makanan$5 - $8$10 - $20$20 - $40
Transportasi$2 - $4$5 - $10$10 - $20
Aktivitas$1 - $3$5 - $10$10 - $25
Total Harian$16 - $30$45 - $90$100 - $205

Surabaya adalah salah satu kota besar paling terjangkau di Asia Tenggara. Bahkan dengan anggaran ketat, Anda akan makan dengan sangat baik. Pengeluaran terbesar biasanya adalah perjalanan sehari (tur Bromo dan Ijen) dan hotel standar internasional. Kota ini memberikan penghargaan kepada para pelancong yang menghabiskan uang untuk makanan daripada akomodasi, karena perbedaan antara makanan jalanan seharga $1 dan hidangan restoran seharga $15 seringkali lebih tentang suasana daripada rasa.

Pertanyaan Umum

Apakah Surabaya layak dikunjungi?

Ya, terutama jika Anda menikmati perjalanan yang berfokus pada makanan, sejarah kolonial, dan pengalaman perkotaan yang otentik. Surabaya kekurangan infrastruktur wisata yang dipoles seperti Bali atau Yogyakarta, tetapi itulah bagian dari daya tariknya. Ini juga merupakan titik awal alami untuk Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Pulau Madura.

Berapa hari yang dibutuhkan di Surabaya?

Dua hingga tiga hari ideal untuk kota itu sendiri. Satu hari mencakup inti sejarah dan Kawasan Arab, satu hari lagi menangani Pecinan, museum, dan eksplorasi makanan, dan hari ketiga memungkinkan untuk perjalanan sehari ke Madura atau penjelajahan lingkungan yang lebih dalam. Jika menggunakan Surabaya sebagai basis untuk Bromo atau Ijen, tambahkan dua hari lagi.

Apakah Surabaya aman bagi wisatawan?

Surabaya umumnya aman bagi wisatawan, dengan kejahatan kekerasan terhadap pengunjung jarang terjadi. Pencopetan dan penjambretan dari sepeda motor bisa terjadi di area ramai, jadi simpan barang berharga Anda. Lalu lintas adalah bahaya nyata terbesar, jadi menyeberang jalan dengan hati-hati dan gunakan aplikasi ride-hailing daripada berjalan di sepanjang jalan raya yang ramai.

Makanan apa yang terkenal di Surabaya?

Surabaya legendaris dengan rawon (sup daging sapi hitam dengan kacang keluak), rujak cingur (salad buah dan sayuran pedas dengan moncong sapi), lontong balap (lontong dengan tauge dan tahu), dan sate klopo (sate kelapa parut). Budaya makanan jalanan kota ini adalah salah satu yang terkaya di Jawa.

Apakah Surabaya mahal?

Surabaya sangat terjangkau menurut standar internasional. Pelancong dengan anggaran terbatas dapat mengelola sekitar $25 hingga $35 per hari termasuk akomodasi, makanan, dan transportasi. Pelancong kelas menengah akan menemukan hotel yang nyaman dan makanan restoran yang sangat baik tanpa menghabiskan lebih dari $60 hingga $80 per hari.

Bagaimana cara menuju pusat kota dari Bandara Juanda?

Bandara Internasional Juanda berjarak sekitar 20 kilometer selatan pusat Surabaya. Pilihan termurah adalah bus bandara (sekitar $1), sementara perjalanan Grab atau taksi berharga sekitar $5 hingga $10 tergantung lalu lintas dan tujuan Anda. Perjalanan memakan waktu 30 menit hingga lebih dari satu jam tergantung pada kemacetan.

Bisakah saya minum air keran di Surabaya?

Jangan minum air keran di Surabaya. Gunakan air kemasan atau air filter, yang murah dan tersedia di mana-mana. Sebagian besar restoran menggunakan air filter untuk memasak dan es, tetapi warung jalanan mungkin berbeda, jadi gunakan penilaian Anda.

Apakah bahasa Inggris banyak digunakan di Surabaya?

Bahasa Inggris tidak banyak digunakan di luar hotel, restoran kelas atas, dan agen perjalanan. Mempelajari beberapa frasa dasar bahasa Indonesia akan membuat perbedaan yang signifikan. Anak muda Indonesia di mal dan kafe sering berbicara sedikit bahasa Inggris, dan Google Translate berfungsi baik untuk interaksi yang lebih kompleks.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Surabaya?

Musim kemarau dari Mei hingga Oktober menawarkan cuaca yang paling nyaman dan ideal jika Anda berencana mengunjungi Gunung Bromo atau Ijen. Musim hujan membawa hujan deras sore hari tetapi juga harga yang lebih rendah dan lebih sedikit keramaian. Suhu tetap panas sepanjang tahun, biasanya antara 27 dan 34 derajat Celsius.

Apakah Surabaya bagus untuk pelancong solo?

Surabaya sangat baik untuk pelancong solo yang menikmati eksplorasi mandiri. Kota ini aman, terjangkau, dan dapat dinavigasi dengan aplikasi ride-hailing. Kurangnya tempat wisata besar berarti Anda akan lebih banyak berinteraksi dengan penduduk setempat, yang bermanfaat jika Anda terbuka untuk itu. Hostel terbatas, tetapi hotel anggaran berlimpah.