Rencanakan perjalanan kereta api Anda di Indonesia melintasi Jawa dan Sumatra. Temukan rute, tips pemesanan tiket, kelas kenyamanan di dalam kereta, dan sorotan pemandangan dengan kereta api.
Suara klakson lokomotif menggema di atas sawah Jawa Tengah saat kereta panjang meliuk di antara puncak-puncak gunung berapi, membawa penumpang dari satu kota ke kota berikutnya. Kereta api penumpang Indonesia terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra, dan naik kereta di sana berarti duduk di barisan depan menyaksikan beberapa lanskap nusantara, bersama warga lokal yang menganggap kereta sebagai ajang bersosialisasi sama seperti sarana berpindah dari A ke B.
Jaringan Kereta Api di Indonesia
Operator kereta api milik negara Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI), menjual tiket untuk semua kereta penumpang di Jawa dan Sumatra melalui aplikasi Access by KAI.[1] Jaringan paling padat ada di Jawa: kereta unggulan Argo milik KAI menghubungkan Stasiun Gambir Jakarta dengan Solo Balapan, Semarang Tawang Bank Jateng, dan Surabaya Gubeng, sedangkan Argo Wilis menghubungkan Bandung dengan Surabaya Gubeng.[2] Gajayana melayani rute Gambir-Malang melalui Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.[3]
Di Sumatra, jaringannya lebih kecil. Di sekitar Medan, Railink mengoperasikan kereta bandara antara kota dan bandara Kualanamu.[4] Sulawesi Selatan juga memiliki kereta penumpang di jalur kereta api Makassar-Parepare, yang tidak terhubung dengan jaringan di Jawa maupun Sumatra: pada Februari 2024, Kementerian Perhubungan melaporkan empat perjalanan per hari dengan waktu tempuh hingga dua jam.[5] Periksa jadwal terbaru sebelum merencanakan perjalanan; bus, feri, dan penerbangan tetap penting untuk perjalanan antarpulau.
Di Jawa, pusat utamanya adalah stasiun Gambir dan Pasar Senen di Jakarta, Tugu di Yogyakarta, Semarang Tawang di Semarang, dan Gubeng di Surabaya.[2][6]
KAI menawarkan beberapa kelas layanan. Periksa kelas kereta yang akan Anda naiki saat memesan, karena gerbongnya berbeda dari satu kereta ke kereta lain.
Kelas
Yang perlu diketahui
Eksekutif (Executive)
Semua layanan Argo menyediakan kelas eksekutif, dengan kecepatan operasi hingga 120 km/h[2]
Ekonomi (Economy)
KAI mengoperasikan kereta ekonomi generasi baru pada layanannya[2]
Luxury, Panoramic, dan Suite Class
Kereta Luxury, kereta Panoramic, dan kompartemen pribadi Suite Class Compartment tersedia pada layanan tertentu; Suite Class Compartment tersedia, misalnya, pada kereta Bima dan Argo Semeru antara Gambir dan Surabaya Gubeng[7]
Pemesanan dan Tiket
Aplikasi resmi Access by KAI adalah cara utama membeli tiket. Tiket kereta antarkota dapat dipesan mulai 45 hari sebelum keberangkatan hingga 30 menit sebelum kereta berangkat, tiket kereta lokal dan kereta bandara mulai 7 hari sebelum hingga 10 menit sebelum keberangkatan, dan tiket Commuter Line hanya pada hari perjalanan.[1] Wisatawan asing memasukkan nomor paspor saat memesan, dan satu kode pemesanan mencakup hingga empat tiket, tidak termasuk bayi.[1] Pada kereta antarkota Anda dapat memilih tempat duduk selama masih tersedia.[1] Platform pihak ketiga, termasuk GoAsia.cc, memungkinkan Anda membandingkan rute dan kelas secara berdampingan.
Tiket untuk rute populer, terutama Jakarta ke Yogyakarta, Jakarta ke Surabaya, dan Jakarta ke Bandung, bisa habis terjual selama Lebaran (periode libur Idulfitri), libur sekolah, dan akhir pekan panjang. Untuk periode-periode ini, pesanlah segera setelah penjualan dibuka untuk tanggal Anda.
Apa yang Diharapkan di Kereta
Perjalanan kereta di Jawa melewati sawah dan pemandangan gunung berapi, dan ruas antara Surabaya dan Malang menanjak ke dataran tinggi. Sebagian besar kereta jarak jauh menyediakan makanan dan minuman di atas kereta, tetapi sebaiknya tetap membawa air dan camilan sendiri.
KAI mengizinkan setiap penumpang membawa bagasi hingga 20 kg ke dalam kereta (hingga 100 dm³ dan paling banyak 4 buah) tanpa biaya tambahan. Bagasi yang lebih besar dikenai biaya berdasarkan berat tergantung kelasnya, jadi periksa ketentuan bagasi resmi KAI untuk layanan Anda.[8] Kartu SIM lokal dengan data seluler adalah cara yang baik untuk tetap terhubung.
Tips Naik Kereta di Indonesia
Tiba di stasiun lebih awal. Stasiun besar memeriksa tiket dan identitas sebelum Anda naik, terutama stasiun yang ramai seperti Gambir di Jakarta.
Bawa lapisan pakaian tipis. Pendingin udara di kereta Indonesia bisa sangat dingin. Jaket tipis atau syal membuat Anda nyaman dalam perjalanan panjang.
Unduh Access by KAI sebelum perjalanan. Dengan aplikasi terpasang dan akun sudah diatur, Anda menghemat waktu saat memesan, dan Anda dapat memantau kereta Anda secara langsung di aplikasi.[2]
Perhatikan Lebaran. Pekan-pekan di sekitar Idulfitri adalah periode perjalanan tersibuk dalam setahun di Indonesia. Jika perjalanan Anda bertepatan dengannya, pesan sedini mungkin atau sesuaikan tanggal Anda.
Cobalah kereta cepat Jakarta-Bandung. Whoosh menempuh rute ini dalam 36 hingga 44 menit, sehingga Bandung mudah dijadikan perjalanan tambahan dari ibu kota.[9]
Simpan paspor di tempat yang mudah dijangkau. Petugas memeriksa tiket dan identitas yang sesuai selama perjalanan, jadi simpan paspor di tas kecil yang Anda bawa, bukan di dalam koper.
Sumber dan latar belakang
Nomor dalam teks seperti [1] merujuk ke sumber-sumber ini.