Pemangkasan Penerbangan Musim Panas China-Jepang Bisa Merepotkan Rencana Perjalanan 2026
Wisatawan yang berencana bepergian antara daratan China dan Jepang pada Juli atau Agustus 2026 sebaiknya bersiap menghadapi pilihan penerbangan yang lebih sedikit, ketersediaan kursi yang lebih ketat, dan risiko perubahan jadwal yang lebih tinggi dibandingkan periode puncak musim panas biasanya.
Mengacu pada laporan South China Morning Post yang mengutip data penerbangan dari OAG, jumlah penerbangan pulang-pergi terjadwal antara China dan Jepang diperkirakan turun sekitar 57% secara tahunan untuk dua bulan puncak musim panas itu. Laporan tersebut menyebutkan ada 2.629 penerbangan pulang-pergi yang diperkirakan pada Juli 2026, dibandingkan 6.317 pada Juli 2025. Untuk Agustus, 2.641 penerbangan pulang-pergi dijadwalkan, turun dari 6.127 pada Agustus 2025.
Pengurangan ini bukan hanya berdampak pada liburan China-Jepang. Ini juga bisa memengaruhi pelancong yang memakai Jepang sebagai hub transit, pengunjung yang menggabungkan China dan Jepang dalam satu itinerary, serta penumpang jarak jauh yang mengandalkan Tokyo, Osaka, atau bandara Jepang lainnya untuk sambungan penerbangan.
Yang sebaiknya dilakukan wisatawan sekarang
- Periksa kembali pemesanan yang sudah dikonfirmasi: Jika Anda sudah memiliki tiket China-Jepang untuk Juli atau Agustus 2026, cek status penerbangan langsung ke maskapai, bukan hanya lewat agen perjalanan daring.
- Hindari sambungan yang terlalu mepet: Frekuensi yang berkurang bisa membuat pemesanan ulang di hari yang sama lebih sulit jika penerbangan dibatalkan atau dijadwal ulang.
- Bandingkan hub alternatif: Tergantung rute Anda, Seoul, Hong Kong, Taipei, atau hub di Asia Tenggara mungkin menawarkan opsi sambungan yang lebih andal.
- Pesan tarif fleksibel bila memungkinkan: Kapasitas yang lebih rendah bisa mendorong harga naik dan mengurangi ketersediaan mendadak selama periode libur sekolah.
- Periksa waktu dan biaya visa: Jepang telah mengumumkan biaya visa yang lebih tinggi untuk aplikasi yang diterima mulai 1 Juli 2026.
Mengapa penerbangan dipangkas
Penurunan yang dilaporkan ini menyusul berbulan-bulan hubungan China-Jepang yang menegang. Kementerian Luar Negeri China telah mengeluarkan peringatan perjalanan resmi yang menyarankan warga China untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dengan alasan keamanan. Pemberitahuan pada 26 Maret 2026 kembali meminta warga China untuk tidak mengunjungi Jepang dalam waktu dekat dan menyarankan warga negara China yang sudah berada di Jepang untuk memantau kondisi keamanan setempat dan menghubungi kantor konsuler China dalam keadaan darurat.
Bagi wisatawan asing, imbauan China ini bukan aturan yang melarang perjalanan antara kedua negara. Dampak praktisnya tidak langsung: jika maskapai memangkas kapasitas karena permintaan melemah atau karena tekanan kebijakan, semua penumpang di rute yang terdampak bisa menghadapi jadwal yang lebih sedikit, harga yang lebih tinggi, dan fleksibilitas yang lebih terbatas.
Biaya visa Jepang juga naik mulai Juli 2026
Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan aturan biaya konsuler yang direvisi berlaku mulai 1 Juli 2026. Untuk aplikasi visa yang diterima oleh misi diplomatik Jepang di luar negeri pada atau setelah tanggal tersebut, biayanya sekitar 15.000 yen untuk visa sekali masuk dan sekitar 30.000 yen untuk visa multiple-entry, yang dikonversi dan biasanya dibayar dalam mata uang lokal.
Ini sangat relevan bagi pelancong daratan China karena banyak warga negara China membutuhkan visa untuk perjalanan singkat ke Jepang. Wisatawan sebaiknya memeriksa kedutaan atau konsulat Jepang yang berwenang di tempat tinggal mereka, karena metode pengajuan, persyaratan agen, dan biaya penanganan lokal dapat berbeda-beda.
Apa yang masih belum pasti
Jumlah pasti penerbangan yang tersedia bagi wisatawan masih bisa berubah karena jadwal maskapai sering disesuaikan. Angka 57% itu didasarkan pada data kapasitas terjadwal yang dilaporkan, bukan daftar akhir penerbangan yang benar-benar akan beroperasi. Sebagian penerbangan mungkin dipulihkan jika permintaan membaik, sementara yang lain bisa dibatalkan mendekati waktu keberangkatan.
Pendekatan paling aman adalah menganggap perjalanan udara China-Jepang pada musim panas 2026 lebih sulit diprediksi dari biasanya. Konfirmasikan penerbangan langsung dengan maskapai, sisakan waktu lebih longgar antar-sambungan, dan hindari menyusun itinerary yang bergantung pada satu layanan harian saja.
Sumber utama
Pertanyaan Umum
Tidak. Masalah yang dilaporkan adalah pemangkasan besar pada kapasitas terjadwal, bukan penutupan total jalur udara. Penerbangan masih diperkirakan tetap beroperasi, tetapi wisatawan mungkin memiliki pilihan rute dan tanggal yang lebih sedikit.
Peringatan resmi dari China ditujukan kepada warga negara China. Wisatawan asing tidak langsung tercakup oleh imbauan itu, tetapi mereka tetap bisa terdampak oleh jadwal maskapai yang lebih sedikit, pembatalan, atau tarif yang lebih mahal di rute China-Jepang.
Pemangkasan yang dilaporkan ini berkaitan dengan puncak perjalanan musim panas pada Juli dan Agustus 2026. Wisatawan yang terbang pada bulan-bulan ini sebaiknya memeriksa ulang jadwal maskapai dan menghindari sambungan yang terlalu mepet.
Ya. Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan biaya visa baru berlaku untuk aplikasi yang diterima mulai 1 Juli 2026, dengan biaya sekitar 15.000 yen untuk visa sekali masuk dan 30.000 yen untuk visa multiple-entry, meski aturan lokal dan pengecualian bisa berbeda.
