Tangerang terletak di ujung barat wilayah Jabodetabek yang membentang luas, sebuah pusat industri dan hunian yang terik, terbagi antara kota Tangerang yang lebih tua, kawasan hunian terencana yang modern di Tangerang Selatan, dan kawasan korporat berkilauan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Begitu keluar dari hotel di sini, Anda akan segera menyadari bahwa kota ini tidak dirancang untuk pejalan kaki. Trotoar datang dan pergi, sepeda motor membanjiri setiap celah lalu lintas, dan panasnya membuat setiap perjalanan lebih dari beberapa blok terasa seperti ekspedisi.
Apa yang kurang dalam hal romantisme, Tangerang menebusnya dalam hal konektivitas. Ini adalah salah satu sudut Jabodetabek yang paling mudah dinavigasi secara digital. Layanan transportasi online berbasis aplikasi mendominasi jalanan, kereta komuter KRL menghubungkan area ini dengan Jakarta pusat, dan angkot berwarna-warni masih melaju di lingkungan yang lebih tua dengan rute tetap. Kuncinya adalah mengetahui kapan harus menggunakan aplikasi dan kapan harus menghentikan apa pun yang melintas.
Sebagian besar pelancong datang ke Tangerang karena bandara, kawasan bisnis BSD City, atau menginap di salah satu dari banyak hotel mal di area tersebut. Di mana pun Anda berada, ritmenya sama: lalu lintas padat selama jam sibuk, tumpangan ojek yang murah dan melimpah, dan skenario transportasi di mana beberapa aplikasi pilihan akan menghemat uang dan frustrasi Anda.
Transportasi di Tangerang dengan Ojek Online (GoRide dan GrabBike)
Ojek, atau ojek motor, adalah urat nadi transportasi di Tangerang. Dipesan melalui aplikasi Gojek (GoRide) atau Grab (GrabBike), pengendara berjaket hijau ini menyelinap melewati kemacetan yang akan menjebak mobil selama setengah jam. Bagi pelancong solo tanpa barang bawaan, tidak ada yang mengalahkan mereka dalam hal kecepatan dan harga.
Tarif dihitung berdasarkan jarak di aplikasi, jadi tidak ada tawar-menawar. Perjalanan singkat beberapa kilometer biasanya berharga sekitar $1 hingga $2, sementara perjalanan lintas kota yang lebih jauh mungkin memakan biaya sekitar $3 hingga $5. Pengemudi menyediakan helm cadangan, dan pembayaran bisa tunai atau, yang lebih nyaman, dompet dalam aplikasi (GoPay atau OVO).
Ojek ideal untuk jarak pendek dan menengah, menghindari lalu lintas dan mencapai gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil. Kerugiannya adalah paparan terhadap panas, asap, dan hujan deras yang sesekali terjadi. Jika Anda tidak nyaman duduk di belakang motor di tengah lalu lintas yang kacau, lewati opsi ini dan pesan mobil saja.
Transportasi di Tangerang dengan Mobil Online (GoCar dan GrabCar)
Untuk kenyamanan, AC, dan ruang bagasi, mobil berbasis aplikasi adalah pilihan utama bagi kebanyakan pengunjung. Baik Gojek (GoCar) maupun Grab (GrabCar) beroperasi luas di seluruh Tangerang, dan waktu tunggu biasanya singkat kecuali saat hujan deras ketika permintaan melonjak.
Perjalanan tipikal melintasi kota berharga sekitar $3 hingga $7 tergantung pada jarak dan lalu lintas. Harga sudah terkunci di aplikasi sebelum Anda mengonfirmasi, yang menghilangkan permainan argo. Anda dapat membayar tunai atau melalui dompet aplikasi, dan memberi tip tidak diharapkan meskipun dihargai.
Mobil-mobil ini paling baik untuk perjalanan bandara, perjalanan dengan barang bawaan, keluarga, dan siapa pun yang ingin terhindar dari panas. Selama jam sibuk pagi dan sore, harga akan melonjak dan tarif bisa naik secara nyata, jadi rencanakan perjalanan Anda di luar jam-jam tersebut. Anda dapat membandingkan opsi transportasi online dan lainnya di GoAsia.cc sebelum berangkat.
Transportasi di Tangerang dengan Angkot
Angkot adalah minibus kecil, seringkali usang (biasanya dicat dengan warna rute tertentu) yang menjadi tulang punggung transportasi umum tradisional di Tangerang yang lebih tua. Mereka beroperasi dengan rute tetap di sepanjang jalan utama, menaikkan dan menurunkan penumpang di mana saja di sepanjang jalan dengan lambaian tangan atau ketukan di atap.
Tarifnya sangat murah, biasanya sekitar 30 hingga 50 sen per perjalanan, dibayar tunai kepada pengemudi saat turun. Tidak ada jadwal cetak atau peta yang ditujukan untuk turis, dan nomor rute tidak berarti banyak jika Anda tidak mengetahui geografi lokal. Pengemudi menunggu sampai kendaraan cukup terisi sebelum berangkat, jadi perjalanan bisa lambat dan sering berhenti.
Angkot paling cocok untuk pelancong dengan anggaran terbatas, kesabaran, dan jiwa petualang, terutama di sekitar pasar pusat dan distrik yang lebih tua di kota Tangerang. Angkot sempit, panas, dan membingungkan bagi pendatang baru, jadi kebanyakan pengunjung yang menginap sebentar memilih aplikasi. Jika Anda mencobanya, siapkan uang kecil dan pelajari cara mengatakan "kiri" untuk memberi sinyal kepada pengemudi agar berhenti.
Transportasi di Tangerang dengan KRL Commuter Line
KRL Commuterline adalah jaringan kereta komuter listrik yang menghubungkan Tangerang dengan Jakarta pusat dan sekitarnya. Jalur Tangerang berjalan dari Stasiun Tangerang melalui Duri menuju Jakarta pusat, sementara Tangerang Selatan dilayani oleh stasiun seperti Serpong dan Rawa Buntu di jalur menuju Tanah Abang.
Ini adalah cara termurah dan paling andal untuk mencapai Jakarta, menghindari kemacetan jalan tol yang terkenal. Tarifnya sangat rendah, biasanya di bawah satu dolar untuk sebagian besar perjalanan. Anda membayar menggunakan kartu nirsentuh prabayar (KMT atau kartu bank seperti Flazz atau e-money), yang Anda tap di gerbang. Beli Kartu Multi Trip di stasiun mana pun dan isi ulang di mesin atau loket.
Kereta sering datang dan ber-AC, tetapi menjadi sangat ramai selama jam sibuk hari kerja, ketika Anda mungkin tidak mendapatkan tempat duduk atau bahkan ruang berdiri yang nyaman. Perjalanan di luar jam sibuk dan akhir pekan jauh lebih menyenangkan. KRL sangat baik untuk perjalanan sehari ke Jakarta, tetapi perlu diingat bahwa stasiun mungkin memerlukan perjalanan ojek singkat dari hotel Anda yang sebenarnya.
Transportasi di Tangerang dengan Taksi Konvensional
Taksi argo masih beroperasi di Tangerang, dengan Blue Bird menjadi armada yang paling tepercaya dan bereputasi baik. Anda dapat menghentikannya di jalan, menemukannya di mal dan bandara, atau memesan melalui aplikasi Blue Bird (My Bluebird).
Taksi Blue Bird menggunakan argo dengan jujur, dengan tarif awal sekitar 50 sen dan akumulasi berdasarkan jarak. Perjalanan di dalam kota yang tipikal mungkin berharga beberapa dolar, seringkali sedikit lebih mahal daripada GrabCar. Tetaplah pada merek resmi Blue Bird dan Silver Bird; hindari taksi tanpa tanda atau merek tidak resmi yang mungkin menolak menggunakan argo atau mengenakan tarif tetap yang dinaikkan.
Taksi adalah cadangan yang solid ketika ponsel Anda mati, ketika harga ride-hailing melonjak tinggi, atau untuk perjalanan larut malam ketika Anda menginginkan perusahaan yang dikenal. Bawa uang tunai kecil, karena tidak semua pengemudi menerima kartu, dan selalu pastikan argo menyala.
Transportasi di Tangerang dengan Transjakarta dan Bus Lokal
Sistem bus rapid transit Transjakarta memperluas layanan ke sebagian pinggiran Tangerang, dan berbagai rute non-koridor dan pengumpan menghubungkan area tersebut ke arah Jakarta. Di dalam Tangerang sendiri juga terdapat bus kota reguler dan beberapa koridor bus rapid transit di area BSD City.
Tarif Transjakarta adalah tarif tetap sekitar 25 sen selama jam reguler, dibayar dengan kartu prabayar yang sama yang digunakan di KRL. Bus ber-AC dan berjalan di jalur khusus jika tersedia, membuatnya lebih cepat daripada kelihatannya selama kemacetan. Cakupan di dalam Tangerang sendiri terbatas dibandingkan dengan Jakarta pusat, jadi periksa apakah rute tersebut benar-benar mencapai tujuan Anda sebelum mengandalkannya.
Bus cocok untuk pelancong dengan anggaran terbatas yang menuju koridor utama, tetapi untuk kenyamanan dari pintu ke pintu di dalam Tangerang, ride-hailing biasanya lebih unggul. Rute dan pemberhentian paling mudah dinavigasi menggunakan aplikasi Transjakarta atau aplikasi pemetaan daripada menebak-nebak.
Transportasi di Tangerang dengan Berjalan Kaki
Berjalan kaki di Tangerang praktis hanya untuk jarak pendek, dan sebagian besar di dalam lingkungan mandiri seperti mal besar, kawasan hunian terencana BSD City, atau area pejalan kaki di sekitar stasiun tertentu. Trotoar di tempat lain tidak konsisten, terhalang oleh sepeda motor yang parkir, atau bahkan tidak ada sama sekali.
Panas dan kelembaban tropis membuat berjalan kaki di siang hari melelahkan, dan menyeberang jalan utama membutuhkan kepercayaan diri dan kesabaran. Meskipun demikian, menjelajahi dengan berjalan kaki di dalam distrik seperti Gading Serpong atau bagian Tangerang Selatan yang lebih bersih bisa menyenangkan di pagi atau sore hari yang lebih sejuk. Untuk segala hal lainnya, perlakukan berjalan kaki sebagai cara untuk mencapai titik penjemputan terdekat daripada sebagai moda transportasi yang sebenarnya.
Membandingkan Pilihan Anda
| Moda | Biaya Tipikal | Durasi | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| Ojek Online (GoRide/GrabBike) | $1 hingga $5 | Pendek hingga menengah | Menghindari kemacetan untuk perjalanan singkat |
| Mobil Online (GoCar/GrabCar) | $3 hingga $7 | Menengah | Kenyamanan, barang bawaan, perjalanan bandara |
| Angkot | $0.30 hingga $0.50 | Lambat, bervariasi | Perjalanan hemat di distrik lama |
| KRL Commuter Line | Di bawah $1 | Bervariasi berdasarkan rute | Mencapai Jakarta pusat dengan murah |
| Taksi Blue Bird | Beberapa dolar | Menengah | Cadangan andal larut malam |
| Transjakarta/Bus | Sekitar $0.25 | Bervariasi | Perjalanan hemat di koridor utama |
| Berjalan Kaki | Gratis | Hanya pendek | Distrik mal dan area stasiun |
Tips Praktis untuk Berkeliling Tangerang
Hal terpenting yang dapat Anda lakukan sebelum menjelajah adalah mengunduh aplikasi yang tepat. Aplikasi tersebut mengubah Tangerang dari kawasan yang membingungkan menjadi kota yang dapat dikelola.
- Instal Gojek dan Grab. Cakupan dan harga berbeda, jadi bandingkan tarif di antara keduanya sebelum memesan.
- Siapkan dompet dalam aplikasi (GoPay atau OVO) dan isi saldo, karena pembayaran nirsentuh menghindari kerepotan mencari kembalian dan terkadang memberikan diskon.
- Dapatkan kartu transit prabayar (KMT, Flazz, atau e-money) jika Anda berencana menggunakan KRL atau Transjakarta bahkan sekali.
- Gunakan Google Maps untuk navigasi, tetapi harapkan aplikasi ride-hailing memberikan rute lokal dan titik penjemputan pengemudi yang lebih akurat.
- Siapkan aplikasi terjemahan; bahasa Inggris terbatas di luar hotel dan mal.
Uang tunai tetap penting. Simpan persediaan uang kertas kecil (Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000) untuk angkot, warung pinggir jalan, dan pengemudi yang tidak menerima kartu. ATM banyak tersedia di dalam mal.
Jam sibuk di Tangerang sangat padat, kira-kira pukul 7 pagi hingga 9 pagi dan pukul 5 sore hingga 8 malam pada hari kerja. Lalu lintas merayap, harga ride-hailing melonjak, dan kereta penuh sesak. Jika Anda dapat menggeser perjalanan Anda di luar jam-jam ini, lakukanlah. Jumat sore sangat padat.
- Selalu konfirmasi nama pengemudi, kendaraan, dan plat nomor sesuai dengan aplikasi sebelum naik.
- Untuk taksi, bersikeraslah pada Blue Bird atau Silver Bird dan pastikan argo digunakan; tolak siapa pun yang menawarkan tarif tetap yang dinaikkan.
- Saat menggunakan ojek, kenakan helm yang ditawarkan dan pegangan erat; lalu lintas bergerak tidak terduga.
- Simpan nama dan alamat hotel Anda dalam bahasa Indonesia untuk ditunjukkan kepada pengemudi, karena bahasa Inggris lisan dapat menyebabkan kebingungan.
- Pada malam hari, lebih pilih mobil berbasis aplikasi atau taksi terdaftar daripada menghentikan kendaraan yang tidak dikenal, dan hindari angkot kosong setelah gelap.
Penipuan relatif jarang terjadi pada transportasi berbasis aplikasi karena harga sudah ditetapkan sebelumnya, yang merupakan alasan utama mengapa kebanyakan pengunjung mengandalkan Gojek dan Grab. Frustrasi yang lebih besar hanyalah lalu lintas, panas, dan sesekali pengemudi yang kesulitan menemukan alamat yang tidak jelas. Sedikit kesabaran akan sangat membantu.
Jadwal
| Bus Jakarta - Tangerang $ 31.77–34.55 15h | |
|
|
| Bus Tangerang - Jakarta $ 16.47–20.64 20m – 1h 10m | |
|
|
| Bus Banten - Tangerang $ 14.19 30m | |
|
|
| Taxi Tangerang - Tangerang $ 18.69–25.93 1h 15m | |
|
|
Pertanyaan Umum
Anda dapat memesan kereta, bus, taksi, dan transportasi lokal di Tangerang langsung di GoAsia.cc. Gunakan alat pemesanan di halaman ini untuk membandingkan semua pilihan dan harga secara real time.
Bagi kebanyakan pelancong, transportasi online berbasis aplikasi adalah pilihan terbaik. Pesan GoCar atau GrabCar untuk kenyamanan dan barang bawaan, atau ojek GoRide atau GrabBike untuk menembus kemacetan dalam perjalanan singkat. Harga sudah ditetapkan di aplikasi, jadi tidak ada tawar-menawar, dan waktu tunggu biasanya singkat.
Transportasi lokal sangat murah. Angkot berharga sekitar 30 hingga 50 sen, kereta KRL dan bus Transjakarta jauh di bawah satu dolar, perjalanan ojek berkisar antara $1 hingga $5, dan mobil berbasis aplikasi biasanya berharga $3 hingga $7 tergantung jarak dan lalu lintas.
Ya, umumnya aman. Kereta KRL, bus Transjakarta, dan taksi Blue Bird dapat diandalkan dan banyak digunakan. Mobil dan ojek berbasis aplikasi aman karena detail pengemudi tercatat. Gunakan akal sehat di malam hari, awasi barang bawaan di keramaian, dan patuhi layanan yang dikenal.
Tentu saja, dan Anda harus melakukannya. Gojek dan Grab keduanya beroperasi di seluruh Tangerang untuk mobil (GoCar, GrabCar) dan sepeda motor (GoRide, GrabBike). Siapkan dompet dalam aplikasi seperti GoPay atau OVO untuk pembayaran nirsentuh, dan bandingkan kedua aplikasi karena harga bisa berbeda.
Tidak juga. Trotoar tidak konsisten, panasnya melelahkan, dan jalan-jalan utama sulit diseberangi dengan berjalan kaki. Berjalan kaki berfungsi di dalam mal, area stasiun, dan kawasan terencana seperti BSD City atau Gading Serpong, tetapi untuk hampir semua hal lainnya Anda akan menginginkan perjalanan ride-hailing atau transportasi umum.
Jika Anda berencana naik kereta komuter KRL atau bus Transjakarta, ya. Beli kartu prabayar seperti Kartu Multi Trip, Flazz, atau e-money di stasiun dan tap masuk dan keluar di gerbang. Jika Anda hanya menggunakan ride-hailing dan taksi, Anda dapat mengandalkan dompet aplikasi dan uang tunai sebagai gantinya.
KRL Commuterline adalah cara termurah dan paling andal, berharga di bawah satu dolar dan menghindari kemacetan jalan tol. Naiklah di stasiun seperti Tangerang, Serpong, atau Rawa Buntu. Untuk kenyamanan dari pintu ke pintu dengan barang bawaan, GrabCar atau GoCar berfungsi tetapi bisa lambat dan lebih mahal selama jam sibuk.