GoAsia
Teras Padi Jatiluwih: Rencanakan Kunjungan ke Lanskap Subak Bali

Teras Padi Jatiluwih: Rencanakan Kunjungan ke Lanskap Subak Bali

Tim Editorial GoAsia · Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2026
Daftar Isi

Jatiluwih adalah lanskap pertanian padi di Kabupaten Tabanan, Bali, dengan teras yang lebih dari sekadar tempat memandang pemandangan. Teras ini adalah sistem pertanian yang masih bekerja, terdiri atas kanal, pura air, dan para petani yang saling bekerja sama, serta bagian dari lanskap budaya Bali yang diakui UNESCO. Anda bisa berjalan kaki menyusurinya, bersepeda, atau sekadar berhenti menikmati pemandangan.[1][2]

Lanskap pertanian yang dibentuk oleh subak

Entri Warisan Dunia UNESCO menggambarkan lanskap budaya Bali sebagai lima teras padi dan pura airnya, seluas 19.500 hektare. Pura-pura itu menjadi pusat subak, sistem kanal dan bendung untuk berbagi air secara bersama yang sudah ada sejak abad ke-9. Subak mencerminkan filosofi Bali Tri Hita Karana, yang menyatukan roh, dunia manusia, dan alam.[1] Jatiluwih adalah salah satu bagian dari lanskap yang lebih luas ini.

Saluran irigasi di kawasan subak Jatiluwih
Saluran irigasi di kawasan subak JatiluwihFoto: Anggabuana / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Konteks itu mengubah cara Anda memandang pemandangan. Petak sawah adalah lahan pertanian dalam sistem air yang hidup. Jangan memetik padi, buah, atau tanaman lain, tetaplah di jalur yang disediakan, dan jauhkan kendaraan dari jalur trekking.[2] Kawasan sakral dan pura hanya boleh dimasuki bersama pemandu.[2]

Hal yang Dapat Dilakukan

Penawaran baru dimuat dari GetYourGuide setelah Anda mengeklik. GetYourGuide kemudian dapat memproses alamat IP Anda dan menyimpan cookie. Kebijakan Privasi

Penawaran mitra GetYourGuide. GoAsia dapat menerima komisi jika Anda memesan melalui penawaran ini. Periksa apakah tiket masuk atau layanan antar-jemput sudah termasuk dan ikuti aturan resmi pemesanan serta masuk tempat wisata.

Pilih cara menikmati teras

Setiap orang yang masuk ke kawasan Jatiluwih memerlukan tiket masuk. Wisatawan asing membayar IDR 75.000 (dewasa) atau IDR 50.000 (anak-anak), sedangkan wisatawan Indonesia membayar IDR 25.000 (dewasa) atau IDR 15.000 (anak-anak).[2]

Desa ini menjual trekking dengan pemandu mulai IDR 450.000 dan aktivitas bersepeda mulai IDR 470.000. Pesan setidaknya 2 hari sebelumnya agar mendapat tempat.[2] Untuk singgah singkat, beli tiket masuk dan jelajahi jalur sesuai kecepatan Anda. Pada malam hari, pertunjukan seni laser dengan musik Menyala Jatiluwih digelar setiap malam, tiket mulai IDR 50.000.[2] Menerbangkan drone memerlukan izin lebih dahulu dan dikenai biaya tambahan IDR 300.000.[2]

Rencanakan perjalanan sebelum berangkat

Jatiluwih berada di Kabupaten Tabanan.[2] Siapkan sopir atau sepeda motor dari tempat Anda menginap di Bali, dan periksa rute bersama sopir atau akomodasi sebelum berangkat. Bawa air dan perlindungan matahari, lalu mulailah di pagi hari saat cahaya masih lembut dan jalur lebih sepi.

Selain teras padi, desa ini mencantumkan beberapa titik menarik: Pura Luhur Sri Rambut Sedana, Centre Point Jatiluwih, dan Pura Luhur Bhujangga Waisnawa Gunung Sari.[2] Restoran, homestay, glamping, dan vila tersedia di desa jika Anda ingin tinggal lebih lama.[2] Untuk latar belakang warisan budayanya, lihat entri Warisan Dunia UNESCO tentang lanskap budaya subak Bali.

Untuk perencanaan perjalanan yang lebih luas, lihat panduan wisata Indonesia kami.

Sumber dan latar belakang

Nomor dalam teks seperti [1] merujuk ke sumber-sumber ini.

  1. [1] UNESCO World Heritage Centre: Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System. Diakses 21 Oktober 2026.
  2. [2] Jatiluwih Tourism Village visitor website: Jatiluwih visitor information. Diakses 21 Oktober 2026.

Pertanyaan Umum

Apa itu sistem subak?

Subak adalah sistem pengelolaan air bersama di Bali, berupa kanal dan bendung yang menghubungkan teras padi dengan pura air. Sistem ini sudah ada sejak abad ke-9 dan mencerminkan filosofi Bali Tri Hita Karana.

Apakah Jatiluwih sendiri merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang berdiri sendiri?

Bukan. UNESCO mencantumkan Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai satu properti Warisan Dunia, yang terdiri atas lima teras padi dan pura airnya. Jatiluwih adalah salah satu bagian dari lanskap itu.

Bisakah saya berjalan kaki atau bersepeda menyusuri teras?

Bisa. Desa wisata Jatiluwih menjual trekking mulai IDR 450.000 dan aktivitas bersepeda mulai IDR 470.000. Pesan setidaknya 2 hari sebelumnya.

Bagaimana sebaiknya bersikap di sekitar sawah?

Jangan memetik padi, buah, atau tanaman lain, tetaplah di jalur yang disediakan, jauhkan kendaraan dari jalur trekking, dan jangan membuang sampah. Masuki kawasan sakral dan pura hanya bersama pemandu.

Di mana letak Jatiluwih?

Jatiluwih adalah desa wisata di Kabupaten Tabanan, Bali. Periksa rute jalan bersama sopir atau akomodasi sebelum berangkat.

Bagaimana cara ke sana dari tempat saya menginap di Bali?

Siapkan sopir atau sepeda motor dari tempat Anda menginap, dan periksa rute bersama sopir atau akomodasi sebelum berangkat.

Berapa jam buka dan tiket masuk saat ini?

Setiap pengunjung memerlukan tiket masuk. Wisatawan asing membayar IDR 75.000 (dewasa) atau IDR 50.000 (anak-anak), sedangkan wisatawan Indonesia membayar IDR 25.000 (dewasa) atau IDR 15.000 (anak-anak). Drone memerlukan izin lebih dahulu dan dikenai biaya tambahan IDR 300.000.

Musim atau tahap tanam padi mana yang sebaiknya saya pilih?

Padi tumbuh bertahap, jadi sawah tampak berbeda dari minggu ke minggu. Tanyakan kepada warga setempat tahap apa yang sedang berlangsung, dan rencanakan kunjungan pagi hari untuk cahaya yang lebih lembut.