Jepang Mungkin Izinkan Pemerintah Daerah Melarang Sewa Jangka Pendek Minpaku di Sejumlah Wilayah

Jepang Mungkin Izinkan Pemerintah Daerah Melarang Sewa Jangka Pendek Minpaku di Sejumlah Wilayah

June 19, 2026

Jepang sedang menyiapkan ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk membatasi, dan dalam beberapa kasus secara efektif melarang, sewa jangka pendek pribadi yang dikenal sebagai minpaku. Perubahan ini bukan larangan nasional terhadap akomodasi ala Airbnb, tetapi dapat membuat aturan lokal jauh lebih ketat di kawasan permukiman, di sekitar sekolah, dan di lingkungan yang makin sering menerima keluhan soal kebisingan, sampah, atau perilaku tamu.

Japan Tourism Agency belum menerbitkan pemberitahuan baru lengkap dalam bahasa Inggris saat tulisan ini dibuat. Namun, laporan media Jepang dan Inggris yang mengutip lembaga tersebut serta sebuah pengarahan pada Juni 2026 menyebutkan bahwa badan itu berencana mengirim panduan teknis ke pemerintah daerah pada akhir Juni 2026. Panduan itu diperkirakan akan menegaskan bahwa kotamadya dapat menggunakan peraturan daerah untuk mengurangi jumlah hari sebuah akomodasi pribadi boleh beroperasi, bahkan berpotensi hingga nol hari di area tertentu.

Apa yang berubah?

Berdasarkan Undang-Undang Bisnis Akomodasi Pribadi Jepang, usaha akomodasi pribadi yang terdaftar saat ini dapat menerima tamu hingga 180 malam per tahun. Portal resmi minpaku Japan Tourism Agency juga menjelaskan bahwa peraturan daerah yang berlaku sudah dapat membatasi penerapan akomodasi pribadi tergantung kondisi setempat.

Perubahan kebijakan yang dilaporkan ini berkaitan dengan sejauh mana pembatasan lokal itu bisa diterapkan. Hingga kini, pemerintah pusat umumnya memandang aturan yang disebut nol hari sebagai sesuatu yang tidak diinginkan karena bisa merusak tujuan sistem akomodasi pribadi. Panduan baru itu diperkirakan akan memudahkan pemerintah daerah membenarkan pembatasan yang lebih ketat di wilayah yang menganggap sewa jangka pendek merugikan ketenangan permukiman, kondisi hidup setempat, atau lingkungan pendidikan.

Bagi wisatawan, poin praktisnya sederhana: apartemen atau rumah pribadi yang legal dan tersedia di satu kota, distrik, atau lingkungan di Jepang bisa tunduk pada aturan berbeda di tempat lain. Risiko paling besar ada pada masa inap yang dipesan di kawasan permukiman, bukan di hotel, ryokan, apartemen berlayanan, atau akomodasi lain yang berlisensi di bawah sistem hotel dan penginapan.

Mengapa Jepang memperketat aturan minpaku

Jepang memperkenalkan kerangka minpaku modern untuk memasukkan akomodasi pribadi ke dalam sistem yang teregulasi dan mendukung permintaan dari wisatawan domestik maupun internasional. Sektor ini tumbuh tajam. Menurut data pelaksanaan resmi Japan Tourism Agency, pemberitahuan usaha akomodasi pribadi telah mencapai 63.658 pada 15 Mei 2026, dengan 40.745 hunian yang masih tercatat setelah operasi yang dihentikan dikeluarkan. Saat sistem ini dimulai pada 15 Juni 2018, jumlah pemberitahuan baru 2.210.

Pertumbuhan itu menambah pilihan akomodasi bagi pengunjung, terutama keluarga, rombongan, wisatawan yang tinggal lebih lama, dan mereka yang mencari dapur atau pengalaman menginap bergaya hunian. Namun, keluhan lokal juga makin terlihat. Kekhawatiran yang dilaporkan mencakup kebisingan malam hari, pembuangan sampah yang tidak semestinya, puntung rokok, masalah keamanan, dan gangguan di kawasan permukiman yang tenang.

The Japan Times melaporkan bahwa Shinjuku Ward di Tokyo, salah satu kawasan kunjungan urban tersibuk di Jepang, mencatat lebih dari 900 keluhan soal perilaku buruk tamu akomodasi pribadi pada tahun fiskal 2025, dibandingkan 70 keluhan empat tahun sebelumnya. Ini contoh lokal, bukan aturan nasional, tetapi menunjukkan mengapa kotamadya yang padat wisata mungkin menginginkan kewenangan yang lebih ketat.

Apa yang sebaiknya dilakukan wisatawan sebelum memesan

  • Pastikan listing-nya legal. Properti minpaku yang sah harus terdaftar atau dioperasikan secara legal. Hindari listing yang samar dan tidak jelas mencantumkan operator, area alamat, atau status hukumnya.
  • Baca ketentuan pembatalan dengan teliti. Jika sebuah kotamadya mengubah peraturannya setelah Anda memesan, persoalan praktis bagi wisatawan bisa berupa apakah tuan rumah atau platform akan memberi pengembalian dana atau memindahkan Anda.
  • Perhatikan pengumuman lokal di kota-kota wisata besar. Wilayah dengan tekanan pengunjung tinggi, permukiman padat, atau riwayat keluhan sebelumnya bisa bergerak lebih cepat daripada wilayah pedesaan.
  • Berhati-hatilah dengan masa inap panjang di apartemen permukiman. Jika Anda memesan jauh-jauh hari, terutama untuk musim puncak, pilih akomodasi dengan lisensi yang jelas dan dukungan pelanggan yang andal.
  • Patuhi aturan lingkungan. Kebisingan, pemilahan sampah, merokok, dan aturan akses bangunan penting di Jepang. Ketidakpatuhan tamu menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mendorong kontrol yang lebih ketat.

Apakah pemesanan yang sudah ada akan dibatalkan?

Belum ada bukti adanya gelombang pembatalan nasional secara langsung. Perubahan yang diharapkan hanya akan memberi pemerintah daerah lebih banyak keleluasaan; itu tidak otomatis menutup setiap properti minpaku di Jepang. Dampak nyatanya akan bergantung pada apakah sebuah prefektur, kota, kecamatan khusus, atau otoritas lokal lain mengubah peraturannya, lokasi properti, serta apakah aturan berlaku untuk operator yang sudah ada atau hanya untuk operasi baru.

Meski begitu, wisatawan sebaiknya memperlakukan sewa jangka pendek pribadi sebagai opsi yang lebih diatur secara lokal dibandingkan hotel standar. Jika Anda berkunjung ke Jepang untuk acara besar, musim sakura, musim daun musim gugur, atau masa inap panjang, ada baiknya memeriksa kembali pemesanan Anda menjelang keberangkatan.

Intinya

Perubahan kebijakan minpaku yang direncanakan Jepang bukan alasan untuk menghindari sewa pribadi sepenuhnya, tetapi alasan untuk memesan dengan lebih hati-hati. Pendekatan paling aman adalah menggunakan akomodasi yang jelas legal, menyimpan konfirmasi pemesanan tertulis, memahami ketentuan pembatalan, dan memantau aturan lokal di kota atau kecamatan tempat Anda akan menginap.

Ketidakpastian paling besar ada pada waktunya: panduan baru dari badan pusat itu dilaporkan akan diterbitkan pada akhir Juni 2026, dan pembatasan lokal tetap harus diadopsi pemerintah daerah sebelum berdampak pada lingkungan tertentu.

Sumber utama

Pertanyaan Umum

Apakah Jepang akan melarang sewa ala Airbnb secara nasional?

Tidak. Perubahan yang dilaporkan ini bukan larangan nasional. Jepang diperkirakan akan memberi pemerintah daerah wewenang menggunakan peraturan daerah untuk membatasi atau secara efektif melarang akomodasi pribadi minpaku di area tertentu jika kondisi setempat membenarkannya.

Apa itu minpaku di Jepang?

Minpaku berarti akomodasi pribadi, seperti menyewakan rumah, apartemen, atau kamar pribadi kepada wisatawan. Berdasarkan Undang-Undang Bisnis Akomodasi Pribadi Jepang, operator yang terdaftar umumnya dapat menerima tamu hingga 180 malam per tahun, tergantung pembatasan lokal.

Perlukah wisatawan membatalkan pemesanan sewa jangka pendek di Jepang yang sudah ada?

Tidak otomatis. Wisatawan sebaiknya memeriksa apakah properti tersebut terdaftar secara legal, membaca ketentuan pembatalan, dan memantau perubahan aturan lokal di kota atau kecamatan tempat mereka akan menginap. Hotel dan penginapan berlisensi lebih sedikit terdampak oleh perubahan peraturan khusus minpaku.

Wilayah mana yang paling mungkin terdampak?

Dampak terkuat kemungkinan terjadi di kawasan permukiman, area dekat sekolah, dan distrik urban yang padat wisata serta sering mendapat keluhan soal kebisingan, sampah, atau perilaku tamu. Shinjuku Ward di Tokyo disebut sebagai salah satu contoh lokal dalam laporan media.