Pura Tirta Empul: Panduan Berkunjung ke Mata Air Suci di Bali
Foto: Nick Fewings / Unsplash
Daftar Isi
Tirta Empul adalah pura air Hindu Bali di Manukaya, dekat Tampaksiring, Gianyar. Mata air memancar ke kolam yang jernih dan mengalir ke kolam penyucian, tempat umat mengantre untuk membasuh kepala di bawah pancuran. Pura ini termasuk pura air tersibuk di Indonesia dan masih menjadi tempat ibadah yang aktif.[1] Pengunjung boleh menyaksikan, dan pengunjung non-Hindu juga boleh mengikuti ritual penyucian melukat selama mematuhi aturan pura.[2]
Yang bisa kamu lihat di dalam
Kamu masuk melalui gerbang batu candi bentar yang besar menuju halaman luar. Gerbang kedua, dijaga dua patung Dwarapala berwarna keemasan, mengarah ke halaman tengah.[1] Kompleks ini terdiri atas tiga area. Jaba Pura adalah area luar, tempat kamu mengenakan kain sarung. Jaba Tengah adalah jantung pura, dengan kolam penyucian yang dialiri mata air. Jeroan adalah area paling suci, tempat orang berdoa setelah melukat.[2]
Di kolam, pengunjung masuk dari sisi kiri, berdiri setinggi pinggang di bawah pancuran pertama, lalu mengantre lagi ke pancuran berikutnya setelah selesai. Dua pancuran dikhususkan untuk menyucikan orang yang telah meninggal dan tidak dipakai untuk melukat.[1] Di balik kolam, jeroan terasa lebih tenang, dengan mata air penuh ikan kecil dan pelinggih yang dihias meriah.[1] Di jalan keluar, kolam koi yang berdinding menjadi tempat duduk yang tenang.[1] Pura ini dipersembahkan untuk Wisnu, dan kompleksnya juga memiliki pelinggih untuk Siwa, Brahma, Indra, dan Gunung Batur.[1] Istana Kepresidenan Tampaksiring, yang dibangun pada 1957 oleh presiden pertama Indonesia, Sukarno, berdiri tepat di atas pura.[1]
Sediakan 30 menit hingga 1 jam untuk menjelajahi seluruh area.[1]
Hal yang Dapat Dilakukan
Penawaran baru dimuat dari GetYourGuide setelah Anda mengeklik. GetYourGuide kemudian dapat memproses alamat IP Anda dan menyimpan cookie. Kebijakan Privasi
Penawaran mitra GetYourGuide. GoAsia dapat menerima komisi jika Anda memesan melalui penawaran ini. Periksa apakah tiket masuk atau layanan antar-jemput sudah termasuk dan ikuti aturan resmi pemesanan serta masuk tempat wisata.
Melukat: ikut serta atau menyaksikan
Melukat adalah ritual penyucian yang diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan membasuh diri di bawah pancuran mata air.[2] Tiket masuk mencakup area pura. Jika ingin ikut melukat, ikuti tata cara serta arahan petugas atau pemandu di lokasi.[2] Bawa baju ganti, karena kamu akan berada di dalam air.[2] Perempuan yang sedang haid tidak boleh mengikuti ritual atau memasuki area suci.[2] Datanglah pada pagi hari untuk menghindari antrean, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Pada hari bulan purnama, lebih banyak umat Hindu datang untuk berdoa.[2]
Berkunjung dengan hormat
Kenakan pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut.[3] Kain sarung dan selendang wajib dipakai dan bisa disewa di pintu masuk dengan donasi seikhlasnya.[1][2] Bergeraklah dengan tenang, ikuti arahan petugas pura, jangan menginjak sesajen canang sari di tanah, dan jangan mengganggu upacara yang sedang berlangsung.[3]

Menuju ke sana dari Ubud
Tirta Empul berjarak sekitar 14 km di timur laut Ubud, sekitar 30 menit perjalanan darat.[1] Kamu bisa naik sepeda motor, menyewa mobil, atau ikut tur dari Ubud.[1] Pura ini berjarak sekitar 40 km dari Denpasar dan 52 km dari Bandara Ngurah Rai, sekitar 1.5 jam perjalanan darat.[2] Aplikasi transportasi daring bisa dipakai untuk berangkat, tetapi kendaraan untuk pulang sedikit, jadi atur transportasi pulangmu sebelum berangkat.[2]
Jam buka dan tiket
Pura buka setiap hari pukul 08:00 hingga 18:00 WITA.[2] Per Januari 2025, tiket masuk IDR 75,000 untuk dewasa, IDR 50,000 untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, dan gratis untuk anak di bawah 5 tahun.[2] Harga dan jam buka bisa berubah, jadi sisakan sedikit kelonggaran dalam anggaranmu.
Untuk perencanaan perjalanan lain di sekitar pulau, baca panduan wisata Indonesia kami.
Sumber dan latar belakang
Nomor dalam teks seperti [1] merujuk ke sumber-sumber ini.
- [1] Indonesia Travel: A Guide to the Holy Springs of Tirta Empul: Bali’s Sacred Water Temple. Diakses 23 Oktober 2026.
- [2] Indonesia Travel: Pura Tirta Empul: Sejarah, Daya Tarik, Tiket Masuk. Diakses 23 Oktober 2026.
- [3] Indonesia Travel: 11 Must-Visit Temples in Bali and How to Reach Them. Diakses 23 Oktober 2026.
Pertanyaan Umum
Pura air Hindu Bali di Manukaya dekat Tampaksiring, Gianyar. Mata air alami mengalir ke kolam penyuciannya, tempat umat melakukan ritual melukat, dan kompleks ini masih menjadi tempat ibadah yang aktif.
Tidak. Kamu bisa berjalan di halaman pura dan menikmati arsitektur, kolam, serta kolam koi. Tiket masuk mencakup area pura, dan untuk ikut melukat kamu perlu mengikuti tata cara yang berlaku di lokasi.
Boleh. Pengunjung non-Hindu dapat ikut selama mematuhi aturan pura. Perempuan yang sedang haid tidak boleh ikut atau memasuki area suci.
Kenakan pakaian sopan yang menutupi bahu dan lutut. Kain sarung dan selendang wajib dipakai dan bisa disewa di pintu masuk dengan donasi seikhlasnya. Jika berencana mandi, bawa baju ganti.
Diawali dengan doa. Setelah itu kamu masuk ke kolam dari sisi kiri, berdiri di bawah pancuran pertama, lalu berpindah dari pancuran ke pancuran secara berurutan. Dua pancuran hanya untuk menyucikan orang yang telah meninggal dan tidak dipakai oleh yang hidup.
Pura berjarak sekitar 14 km di timur laut Ubud, sekitar 30 menit perjalanan darat. Kamu bisa naik sepeda motor, menyewa mobil, atau ikut tur. Kendaraan daring untuk perjalanan pulang sedikit, jadi atur transportasi pulang sebelumnya.
Pura buka setiap hari pukul 08:00 hingga 18:00 WITA. Per Januari 2025, tiket masuk IDR 75,000 untuk dewasa, IDR 50,000 untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, dan gratis untuk anak di bawah 5 tahun.
Datanglah pada pagi hari untuk menghindari antrean, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Pada hari bulan purnama, lebih banyak umat Hindu datang untuk berdoa.


