Medan pertama kali menyambut Anda dengan energinya. Sebagai kota terbesar di Sumatra dan gerbang menuju gunung berapi, danau, serta hutan orangutan di Sumatra Utara, Medan bergerak dengan ritme yang terasa lebih kasar dan spontan dibandingkan jalanan Jakarta yang tertata rapi atau Bali yang penuh sentuhan turis. Jalanan bergemuruh dengan angkot yang berderak, deru motor yang menyelinap di celah sempit selebar setang, dan sesekali becak bermesin yang menderu melewati ruko-ruko bergaya kolonial dan pusat perbelanjaan baru yang berkilauan.
Ini bukanlah kota yang dibangun untuk turis, dan tidak ada metro canggih yang bisa membawa Anda melintasi kota. Medan luas, panas, dan rawan macet, dengan trotoar yang muncul dan menghilang tanpa peringatan. Kabar baiknya adalah aplikasi ride-hailing telah mengubah cara Anda bergerak di sini, membuatnya murah dan bebas stres untuk memesan mobil atau motor ke lokasi persis Anda. Di antara aplikasi, angkot yang kacau namun murah, dan beberapa becak tradisional yang masih tersisa, Anda punya banyak cara untuk mencapai tujuan Anda.
Kebanyakan pelancong menginap di sekitar pusat kota dekat Lapangan Merdeka, Istana Maimun, atau Masjid Raya, yang semuanya cukup berdekatan. Di luar area inti ini, jarak semakin bertambah, dan Anda akan membutuhkan kendaraan daripada berjalan kaki. Berikut adalah cara menavigasinya.
Berkeliling Medan dengan Grab dan Gojek
Ride-hailing sejauh ini adalah cara termudah dan paling andal untuk berkeliling Medan, dan inilah yang paling sering digunakan oleh para pelancong cerdas. Dua aplikasi mendominasi: Grab dan Gojek. Keduanya memungkinkan Anda memesan mobil atau motor, melihat harga tetap di muka, dan membayar tunai atau melalui kartu yang tertaut atau dompet digital. Ini menghilangkan tawar-menawar dan risiko dikenakan biaya berlebihan yang menghantui pilihan transportasi lama.
Mobil (GrabCar dan GoCar)
Mobil ber-AC adalah pilihan yang nyaman di tengah panas dan polusi Medan. Perjalanan singkat melintasi pusat kota biasanya berharga sekitar 15.000 hingga 30.000 rupiah (sekitar $1 hingga $2), sementara perjalanan lebih jauh melintasi kota mungkin memakan biaya 40.000 hingga 70.000 rupiah (sekitar $3 hingga $5). Mobil paling baik digunakan jika Anda membawa barang, bepergian dengan orang lain, atau hanya ingin terhindar dari kelembapan. Kerugiannya adalah saat lalu lintas padat, mobil bisa merangkak, dan harga melonjak saat permintaan tinggi.
Motor (GrabBike dan GoRide)
Bagi pelancong solo yang terburu-buru, pilihan motor adalah sebuah pencerahan. Pengemudi menyelinap melalui lalu lintas yang akan menjebak mobil selama dua puluh menit, dan tarifnya sangat murah, seringkali hanya 8.000 hingga 20.000 rupiah (di bawah $2) untuk perjalanan biasa. Anda duduk di belakang pengemudi, yang menyediakan helm. Ini bukan untuk semua orang mengingat gaya mengemudi Medan yang kacau, tetapi cepat, menyenangkan, dan ekonomis. Hindari jika Anda gugup di tengah lalu lintas atau membawa tas besar.
Anda dapat membandingkan pilihan ride-hailing ini dengan moda transportasi lain di GoAsia.cc sebelum berangkat. Unduh Grab dan Gojek sebelum Anda tiba, karena cakupan dan harga bervariasi dan memiliki cadangan sangat membantu ketika salah satu aplikasi kekurangan pengemudi.
Berkeliling Medan dengan Angkot
Angkot (singkatan dari angkutan kota) adalah tulang punggung transportasi umum di Medan. Minibus kecil ini, seringkali dicat cerah dan diberi nomor, melayani rute tetap melintasi kota, menaikkan dan menurunkan penumpang di mana saja di sepanjang jalan dengan lambaian tangan atau ketukan di atap. Harganya sangat murah, dengan tarif biasanya sekitar 5.000 hingga 7.000 rupiah (jauh di bawah satu dolar) terlepas dari jarak pada rute tertentu.
Kendalanya adalah angkot membingungkan bagi pendatang baru. Tidak ada peta rute resmi di sebagian besar halte, tujuan terkadang ditulis di kaca depan, dan Anda perlu tahu kira-kira ke mana setiap nomor rute pergi. Pengemudi dan sesama penumpang biasanya membantu jika Anda menunjukkan tujuan Anda, tetapi kendala bahasa dapat mempersulit keadaan. Tidak ada AC, kendaraan menjadi penuh sesak, dan gaya mengemudi sangat antusias, kalau boleh dibilang.
Jika Anda berjiwa petualang dan memiliki anggaran terbatas, naik angkot adalah pengalaman otentik kehidupan sehari-hari di Medan. Namun, bagi sebagian besar pengunjung jangka pendek, penghematan jarang sepadan dengan kerumitan dibandingkan dengan naik Grab yang murah. Bayar pengemudi secara tunai saat Anda keluar, dan siapkan uang kecil karena kembalian dari uang besar tidak dijamin.
Berkeliling Medan dengan Becak
Becak adalah ciri khas Medan dan bagian dari sejarah yang hidup. Berbeda dengan becak kayuh di Jawa, Medan menggunakan becak motor (juga disebut becak mesin), yaitu sepeda motor dengan gerobak samping tempat duduk satu atau dua penumpang. Becak ada di mana-mana di bagian kota yang lebih tua, mangkal di dekat pasar, Masjid Raya, dan persimpangan yang ramai.
Becak paling baik untuk perjalanan singkat yang atmosferik di sekitar pusat kota, misalnya dari hotel Anda ke Istana Maimun atau distrik ruko tua Kesawan. Tidak ada meteran, jadi Anda harus menyepakati harga sebelum naik. Harapkan membayar sekitar 20.000 hingga 40.000 rupiah untuk perjalanan singkat, meskipun pengemudi seringkali akan menawarkan harga turis yang dinaikkan terlebih dahulu, jadi negosiasi yang ramah adalah bagian dari kesepakatan. Becak lambat, terpapar cuaca, dan berisik, tetapi menaikinya adalah cara yang berkesan untuk merasakan Medan lama. Selalu sepakati tarif dengan jelas sebelum berangkat untuk menghindari perselisihan di akhir.
Berkeliling Medan dengan Taksi
Taksi argo masih beroperasi di Medan, dengan Blue Bird menjadi operator yang paling bereputasi dan terpercaya. Jika Anda naik taksi, bersikeras menggunakan meteran (cari mobil Blue Bird yang ditandai dengan jelas daripada kendaraan tanpa tanda acak). Tarif buka pintu dan per kilometer masuk akal, meskipun perjalanan melintasi kota biasanya akan lebih mahal daripada tarif Grab yang setara.
Sejujurnya, taksi sebagian besar telah digantikan oleh ride-hailing. Banyak pelancong hanya menggunakan taksi di bandara ketika penjemputan ride-hailing dibatasi atau antrean panjang. Jika pengemudi menolak menggunakan meteran atau menawarkan tarif tetap yang terdengar tinggi, tidak masalah untuk menolak dan memesan Grab saja. Tetaplah dengan Blue Bird dan Anda akan menghindari sebagian besar penipuan harga yang memberikan reputasi beragam bagi taksi Medan.
Berkeliling Medan dengan Kereta dan Bus Bandara
Bandara Internasional Kualanamu terletak sekitar 40 kilometer di timur kota, yang menjadikan transfer ini sebuah perjalanan yang berarti daripada sekadar perjalanan singkat. Pilihan unggulan adalah kereta Airport Railink, layanan ber-AC yang nyaman yang menghubungkan bandara ke stasiun kereta api pusat Medan di dekat Lapangan Merdeka. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dan berharga sekitar 60.000 hingga 80.000 rupiah (sekitar $4 hingga $5), sepenuhnya menghindari lalu lintas jalan yang terkenal buruk. Bagi kedatangan yang menuju pusat kota, ini seringkali merupakan pilihan yang paling cerdas.
Ada juga bus antar-jemput (sering disebut Damri atau ALS) yang berjalan antara bandara dan berbagai titik di kota dengan tarif lebih rendah, meskipun lebih lambat dan kurang sering. Mobil ride-hailing dan taksi bandara juga tersedia, biasanya berharga sekitar 120.000 hingga 180.000 rupiah (sekitar $8 hingga $12) tergantung pada lalu lintas dan tujuan Anda. Perjalanan darat bisa memakan waktu lebih dari satu jam selama jam sibuk, jadi perhitungkan itu dalam jadwal Anda.
Berkeliling Medan dengan Berjalan Kaki
Berjalan kaki memiliki tempatnya di Medan, tetapi kelola ekspektasi Anda. Pusat bersejarah di sekitar Kesawan, Lapangan Merdeka, Masjid Raya, dan Istana Maimun cukup ringkas untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, dan menjelajahi jalan-jalan ini akan mengungkap arsitektur kolonial yang indah dan jajanan jalanan yang luar biasa. Namun, trotoar tidak konsisten, seringkali terhalang oleh motor yang parkir atau pedagang, dan panas serta kelembapan tak henti-hentinya dari larut pagi.
Seberangi jalan dengan hati-hati, karena lalu lintas tidak selalu memberi jalan dan motor datang dari segala arah. Pagi hari adalah waktu yang paling menyenangkan untuk berjalan-jalan sebelum matahari dan kemacetan terjadi. Untuk apa pun di luar pusat kota, rencanakan untuk naik kendaraan daripada berjalan.
Membandingkan Pilihan Anda
| Moda | Biaya Khas | Durasi | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| GrabCar / GoCar | 15.000 hingga 70.000 IDR | Bervariasi tergantung lalu lintas | Kenyamanan, barang bawaan, rombongan |
| GrabBike / GoRide | 8.000 hingga 20.000 IDR | Tercepat di tengah kemacetan | Pelancong solo, menghindari kemacetan |
| Angkot | 5.000 hingga 7.000 IDR | Lambat, banyak berhenti | Perjalanan hemat, pengalaman lokal |
| Becak motor | 20.000 hingga 40.000 IDR | Hanya perjalanan singkat | Perjalanan atmosferik di pusat kota |
| Taksi (Blue Bird) | Argo, menengah | Bervariasi tergantung lalu lintas | Bandara, saat aplikasi tidak tersedia |
| Kereta Airport Railink | 60.000 hingga 80.000 IDR | 30 hingga 45 menit | Transfer bandara menghindari lalu lintas |
| Berjalan Kaki | Gratis | Jarak pendek | Menjelajahi pusat bersejarah |
Tips Praktis untuk Berkeliling Medan
Sedikit persiapan sangat berarti di Medan. Hal paling berguna yang dapat Anda lakukan adalah menyiapkan ride-hailing sebelum Anda tiba, yang menghilangkan tebak-tebakan dari hampir setiap perjalanan.
- Unduh Grab dan Gojek, tautkan metode pembayaran, atau siapkan uang tunai. Memiliki kedua aplikasi berarti Anda selalu punya cadangan saat pengemudi langka.
- Bawa banyak uang rupiah pecahan kecil (2.000, 5.000, 10.000, dan 20.000). Pengemudi angkot, becak, dan pedagang kecil jarang memiliki kembalian untuk uang besar.
- Hindari bepergian selama jam sibuk pagi (sekitar pukul 7-9 pagi) dan sore (sekitar pukul 5-7 sore) ketika lalu lintas sangat padat. Naik ride-hailing motor adalah teman Anda jika Anda harus bergerak selama jam-jam ini.
- Selalu sepakati tarif becak sebelum naik, dan jangan takut untuk menawar dengan sopan dari penawaran pertama.
- Untuk taksi, tetaplah dengan Blue Bird dan bersikeras menggunakan meteran. Jika pengemudi menolak, pergilah dan pesan aplikasi saja.
- Simpan nama tujuan Anda dalam bahasa Indonesia atau tunjukkan di peta, karena tidak semua pengemudi berbahasa Inggris. Pin peta di Grab dan Gojek menyelesaikan sebagian besar masalah komunikasi secara instan.
- Panasnya luar biasa. Tetap terhidrasi, dan pilih mobil ber-AC daripada becak terbuka atau angkot yang penuh sesak selama bagian terpanas hari itu.
Terkait penipuan, Medan umumnya berisiko rendah untuk masalah serius, tetapi penawaran harga turis dari becak dan taksi tanpa tanda adalah hal biasa. Model harga tetap dari aplikasi ride-hailing dengan rapi menghindari hal ini. Di malam hari, ride-hailing tetap menjadi cara teraman dan ternyaman untuk bergerak, karena layanan beroperasi hingga larut malam dan Anda terhindar dari menunggu di jalan yang remang-remang. Pelancong wanita mungkin lebih memilih opsi mobil daripada motor untuk kenyamanan tambahan setelah gelap.
Rute dan Tujuan Populer
Perjalanan paling umum bagi pelancong yang tiba adalah dari Bandara Internasional Kualanamu ke pusat kota. Kereta Airport Railink biasanya merupakan pilihan terbaik, memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dengan biaya sekitar 60.000 hingga 80.000 rupiah dan menurunkan Anda di dekat Lapangan Merdeka di jantung kota, bebas dari lalu lintas jalan. Jika Anda membawa barang bawaan berat atau tiba larut malam, GrabCar atau taksi bandara berharga sekitar 120.000 hingga 180.000 rupiah dan bisa memakan waktu satu jam atau lebih tergantung kondisi.
Di dalam kota, berpindah antar tempat wisata utama seperti Masjid Raya, Istana Maimun, Lapangan Merdeka, dan kota tua Kesawan cepat dan murah dengan Grab atau Gojek, dengan sebagian besar perjalanan singkat berharga di bawah $2. Untuk perjalanan yang lebih lambat dan lebih berkarakter antar landmark yang berdekatan ini, becak motor menambahkan cita rasa lokal yang berkesan. Untuk menjelajahi di luar pusat kota menuju mal, pasar, atau pinggiran kota, ride-hailing tetap menjadi pilihan paling bebas stres.
Jadwal
| Bus Medan - Medan $ 3.66–122.76 27m | |
|
|
| Train Medan - Medan $ 6.47–8.37 29m – 33m | |
|
|
| Train Lubuk Pakam - Medan $ 2.61–8.37 7m – 9m | |
|
|
| Train Lubuk Pakam - Percut Sei Tuan $ 2.61–8.37 8m – 32m | |
|
Pertanyaan Umum
Anda dapat memesan kereta, bus, taksi, dan transportasi lokal di Medan langsung di GoAsia.cc. Gunakan alat pemesanan di halaman ini untuk membandingkan semua pilihan dan harga secara real time.
Aplikasi <em>ride-hailing</em> Grab dan Gojek adalah cara terbaik bagi kebanyakan pelancong untuk berkeliling Medan. Mereka menawarkan harga tetap, tanpa tawar-menawar, dan pilihan mobil serta motor. Pilihan motor adalah yang tercepat di tengah kemacetan, sementara mobil lebih nyaman di tengah panas. Keduanya murah, andal, dan tersedia hampir di seluruh kota.
Transportasi lokal di Medan sangat terjangkau. Perjalanan mobil <em>ride-hailing</em> singkat melintasi pusat kota biasanya berharga sekitar 15.000 hingga 30.000 rupiah (sekitar $1 hingga $2), sementara perjalanan motor bisa di bawah $2. Angkot hanya berharga 5.000 hingga 7.000 rupiah, dan perjalanan becak berkisar sekitar 20.000 hingga 40.000 rupiah setelah negosiasi.
Medan umumnya aman, tetapi transportasi umum memerlukan kewaspadaan. Angkot penuh sesak dan gaya mengemudinya bisa agresif, sementara becak dan taksi tanpa tanda terkadang menawarkan harga turis yang dinaikkan. Aplikasi <em>ride-hailing</em> adalah pilihan teraman karena tarifnya tetap dan perjalanan Anda terlacak, terutama berguna di malam hari dan bagi pelancong solo.
Ya, Grab dan Gojek beroperasi luas di Medan dan merupakan cara paling populer bagi pengunjung untuk berkeliling. Anda dapat memesan mobil ber-AC atau motor yang lebih murah, melihat harga sebelum konfirmasi, dan membayar tunai atau dengan kartu tertaut atau dompet digital. Unduh kedua aplikasi sebelum tiba sehingga Anda selalu punya cadangan.
Hanya pusat bersejarah di sekitar Lapangan Merdeka, Masjid Raya, Istana Maimun, dan Kesawan yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Trotoar di tempat lain tidak konsisten dan sering terhalang, serta panas dan lalu lintas membuat jalan kaki jarak jauh tidak menyenangkan. Berjalanlah di pagi hari untuk kondisi yang paling nyaman dan gunakan <em>ride-hailing</em> untuk apa pun di luar area inti.
Kereta Airport Railink biasanya merupakan pilihan terbaik, memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dengan biaya sekitar 60.000 hingga 80.000 rupiah dan menurunkan Anda di dekat Lapangan Merdeka sambil menghindari lalu lintas jalan. Alternatifnya, GrabCar atau taksi bandara berharga sekitar 120.000 hingga 180.000 rupiah tetapi bisa memakan waktu lebih dari satu jam di tengah lalu lintas padat.
Menggunakan aplikasi <em>ride-hailing</em> sebagian besar menghilangkan kendala bahasa, karena Anda mengatur penjemputan dan tujuan di peta dan pengemudi hanya mengikutinya. Untuk angkot, becak, atau taksi, tunjukkan tujuan Anda yang tertulis atau di peta, dan pelajari beberapa kata dasar bahasa Indonesia. Pengemudi dan sesama penumpang biasanya ramah dan bersedia membantu.