Jakarta adalah kota dengan kontradiksi yang luar biasa. Kereta MRT yang berkilau meluncur di bawah tanah melewati mal-mal ber-AC, sementara di atasnya, bajaj melaju di gang sempit tempat pedagang kaki lima menjual nasi goreng dari gerobak kayu. Ini adalah megapolitan dengan lebih dari 10 juta penduduk โ mendekati 30 juta jika Anda menghitung area metropolitan yang lebih luas โ dan bergerak di dalamnya adalah pengalaman yang berkisar dari modern yang mudah hingga kacau yang megah, terkadang dalam satu perjalanan yang sama.
Sejujurnya, kemacetan Jakarta memang legendaris. Selama jam sibuk, perjalanan yang memakan waktu 15 menit pada hari Minggu yang sepi bisa memakan waktu lebih dari satu jam. Namun, kota ini telah banyak berinvestasi dalam transportasi umum dalam beberapa tahun terakhir, dan para pelancong yang belajar menggunakan MRT, kereta komuter, dan sistem bus rapid transit TransJakarta dapat menghindari kemacetan terburuk. Untuk hal lainnya, aplikasi ride-hailing adalah penyelamat Anda. Mengetahui moda transportasi mana yang harus dipilih, dan kapan, adalah keterampilan terpenting untuk menikmati Jakarta.
Kabar baiknya: Jakarta sangat terjangkau untuk bepergian, dan sistem transit yang lebih baru bersih, aman, dan mudah digunakan. Tantangannya adalah kota ini membentang ke segala arah, sehingga berjalan kaki antar tempat wisata utama jarang praktis. Anggap Jakarta sebagai kota yang Anda alami dalam kantong-kantong โ kota tua kolonial Kota Tua, mal-mal Sudirman, kehidupan malam Kemang, pasar Blok M โ dan rencanakan transportasi Anda di antara mereka.
Bepergian di Jakarta dengan MRT
MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta adalah permata mahkota dari dorongan transportasi modern kota ini. Jalur utara-selatan membentang dari Lebak Bulus di selatan melalui Blok M, Senayan, kawasan bisnis Sudirman, dan Bundaran HI (bundaran Hotel Indonesia yang ikonik), terus ke utara menuju Kota Tua. Ini cepat, bersih, ber-AC, dan bebas macet.
Kereta beroperasi kira-kira setiap 5 hingga 10 menit selama jam sibuk dan setiap 10 hingga 15 menit di luar jam sibuk, dari sekitar pukul 05.00 hingga tengah malam. Satu kali perjalanan berharga antara Rp 3.000 dan Rp 14.000 (sekitar $0.20 hingga $1), tergantung jarak โ menjadikannya salah satu sistem metro termurah di Asia Tenggara. Anda dapat membayar menggunakan kartu bank nirsentuh, kartu Jelajah (tersedia di stasiun), atau berbagai kartu uang elektronik seperti Flazz, e-money Mandiri, atau TapCash BNI.
MRT paling berguna jika hotel Anda berada di sepanjang koridor Sudirman-Thamrin atau di area Blok M dan Senayan. Untuk mencapai Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, atau kawasan bisnis, ini tidak terkalahkan. Stasiun-stasiun memiliki rambu yang jelas dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, dan sistemnya mudah dipahami bahkan untuk pengunjung pertama kali. Selama jam sibuk pagi (07.00-09.00) dan jam sibuk malam (17.00-19.30), kereta akan penuh sesak โ tetapi AC dan kecepatannya tetap membuatnya lebih baik daripada terjebak macet.
Bepergian di Jakarta dengan Kereta Komuter (KRL Commuterline)
KRL Commuterline adalah jaringan kereta komuter ekstensif yang sudah ada sebelum MRT dan menghubungkan inti Jakarta dengan kota-kota satelit seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di dalam pusat Jakarta, KRL menghubungkan stasiun-stasiun utama termasuk Jakarta Kota (dekat Kota Tua), Gondangdia (dekat Menteng dan Monas), Sudirman, Tanah Abang, dan Manggarai.
Tarif mulai dari Rp 3.000 untuk perjalanan singkat dan jarang melebihi Rp 13.000 bahkan untuk perjalanan pinggiran kota jarak jauh. Anda memerlukan kartu KRL Multi-Trip atau kartu uang elektronik yang kompatibel โ uang tunai tidak diterima di gerbang. Kartu dapat dibeli dan diisi ulang di stasiun mana pun.
Kereta komuter berguna untuk mencapai area yang tidak dicakup MRT, terutama Kota Tua (stasiun Jakarta Kota) dan koneksi ke arah timur. Kereta sering beroperasi selama jam sibuk tetapi bisa sangat ramai. Di luar jam sibuk, ini adalah cara yang nyaman dan murah untuk menempuh jarak jauh. Gerbongnya lebih tua dari MRT tetapi fungsional, dan gerbong khusus wanita tersedia di bagian depan setiap kereta.
Bepergian di Jakarta dengan TransJakarta (Busway)
TransJakarta adalah tulang punggung transportasi umum Jakarta dan sistem bus rapid transit (BRT) terpanjang di dunia. Ini mencakup seluruh kota melalui jaringan jalur dan koridor bus khusus, mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau MRT maupun kereta komuter. Dengan lebih dari selusin koridor utama dan banyak rute pengumpan, TransJakarta menghubungkan hampir setiap lingkungan utama: dari Kota Tua dan Glodok di utara, melalui Monas dan Sudirman di pusat, hingga Blok M dan Ragunan di selatan, dan ke Pulo Gadung dan Cawang di timur.
Tarif tetap adalah Rp 3.500 (sekitar $0.22) per perjalanan tanpa memandang jarak, menjadikannya sangat murah. Anda membayar dengan kartu uang elektronik โ tap di gerbang masuk halte bus. Jika Anda berpindah antar koridor dalam sistem, Anda tidak perlu membayar lagi selama Anda tetap berada di dalam stasiun yang terlindungi.
Jalur khusus berarti bus TransJakarta seringkali bergerak lebih cepat daripada lalu lintas di sekitarnya, meskipun tidak sepenuhnya kebal terhadap kemacetan Jakarta. Bus beroperasi dari sekitar pukul 05.00 hingga 22.00 di sebagian besar rute, dengan beberapa koridor beroperasi 24 jam. Selama jam sibuk, bus bisa penuh sesak dan cukup panas jika AC kesulitan. Di luar jam sibuk, ini adalah cara yang sangat nyaman untuk menjelajahi kota dengan anggaran terbatas.
Tips utama: unduh aplikasi Tije (aplikasi resmi TransJakarta) atau gunakan Google Maps untuk merencanakan rute Anda, karena sistem penomoran koridor bisa membingungkan pada awalnya. Halte adalah platform tinggi yang diakses oleh jembatan penyeberangan, jadi carilah stasiun merah-abu-abu yang khas di sepanjang jalan utama.
Bepergian di Jakarta dengan Grab dan Gojek
Jika ada satu hal yang telah mengubah kehidupan sehari-hari di Jakarta, itu adalah ride-hailing. Grab dan Gojek bukan hanya aplikasi di sini โ mereka adalah seluruh ekosistem perkotaan. Keduanya menawarkan tumpangan mobil (GrabCar, GoCar), taksi motor (GrabBike, GoRide), pengiriman makanan, pengiriman paket, dan bahkan pemesanan pijat. Bagi para pelancong, layanan mobil dan motor adalah yang paling penting.
GrabCar dan GoCar
Ini adalah pilihan utama Anda untuk transportasi yang nyaman, ber-AC, dari pintu ke pintu. Harga ditetapkan oleh aplikasi sebelum Anda memesan, jadi tidak ada tawar-menawar atau kekhawatiran meteran. Perjalanan lintas kota yang khas sejauh 10 hingga 15 kilometer mungkin berharga Rp 50.000 hingga Rp 100.000 (sekitar $3 hingga $7), meskipun harga lonjakan selama jam sibuk atau hujan dapat mendorongnya lebih tinggi. Pembayaran berfungsi melalui uang tunai, kartu kredit, atau e-wallet aplikasi (OVO untuk Grab, GoPay untuk Gojek).
Kekurangan utamanya: Anda masih terjebak macet. Perjalanan GrabCar melintasi pusat Jakarta selama jam sibuk malam dapat dengan mudah memakan waktu 90 menit untuk jarak yang akan memakan waktu 20 menit pada tengah malam. Gunakan ride-hailing untuk area yang tidak dilayani oleh kereta api atau untuk perjalanan larut malam, dan gabungkan dengan MRT bila memungkinkan.
GrabBike dan GoRide
Taksi motor adalah senjata rahasia para komuter Jakarta. Pengemudi Anda akan meliuk-liuk di antara kemacetan lalu lintas dengan sepeda motor sementara Anda duduk di belakang mengenakan helm yang disediakan. Ini mendebarkan, efisien, dan sangat murah โ perjalanan 5 kilometer biasanya berharga Rp 10.000 hingga Rp 20.000 (kurang dari $2). Untuk pelancong solo yang nyaman dengan roda dua, ini seringkali merupakan cara tercepat untuk pergi ke mana saja selama jam sibuk.
Keselamatan adalah perhatian yang wajar. Pengemudi umumnya berpengalaman dalam lalu lintas Jakarta, tetapi gaya berkendara agresif menurut standar Barat. Kenakan helm (selalu disediakan), pegangan erat, dan hindari memesan selama hujan lebat ketika jalanan banjir dan kecelakaan meningkat. GoRide dan GrabBike paling baik untuk jarak pendek hingga menengah di mana kecepatan lebih penting daripada kenyamanan.
Bepergian di Jakarta dengan Taksi Meteran
Taksi meteran tradisional masih memiliki tempat di Jakarta, terutama bagi para pelancong yang lebih suka memanggil taksi dengan cara lama. Blue Bird adalah standar emas โ kendaraan biru mereka bersih, bermeter, dan dikemudikan oleh pengemudi yang profesional dan jujur. Tarif buka pintu adalah Rp 6.500, dengan Rp 3.500 per kilometer setelah itu. Perjalanan 10 kilometer yang khas berharga sekitar Rp 40.000 hingga Rp 60.000 ($3 hingga $4).
Selalu bersikeras menggunakan meteran ("pakai argo, ya?"). Taksi non-Blue Bird lebih berisiko โ beberapa baik-baik saja, yang lain mungkin mencoba menegosiasikan tarif tetap yang lebih tinggi dari tarif meteran. Blue Bird juga memiliki aplikasinya sendiri (MyBlueBird) yang berfungsi seperti layanan ride-hailing tetapi mengirimkan armada meteran mereka, memberi Anda yang terbaik dari kedua dunia.
Taksi ideal untuk perjalanan dari mal, hotel, dan restoran di mana Anda dapat dengan mudah menemukannya, dan untuk pelancong yang tidak ingin berurusan dengan aplikasi. Mereka kurang berguna selama lalu lintas padat ketika meteran terus berjalan saat Anda diam.
Bepergian di Jakarta dengan Bajaj dan Ojek
Bajaj adalah jawaban Jakarta untuk tuk-tuk โ kendaraan kecil roda tiga yang melaju di jalan-jalan sempit dan jarak pendek. Bajaj bertenaga CNG oranye yang lebih baru lebih bersih dan lebih tenang daripada yang biru tua. Bajaj tidak menggunakan meteran, jadi Anda harus menegosiasikan tarif sebelum naik. Perjalanan singkat 1 hingga 3 kilometer biasanya berharga Rp 15.000 hingga Rp 30.000. Mereka menyenangkan untuk pengalaman dan praktis untuk jarak pendek di lingkungan lama seperti Kota Tua atau Menteng, tetapi tidak cocok untuk perjalanan jauh atau jalan utama.
Ojek tradisional (taksi motor lepas) masih ada di sudut jalan, dapat dikenali dari kelompok pria yang duduk di sepeda motor yang diparkir. Mereka dengan cepat digantikan oleh layanan berbasis aplikasi, dan bagi wisatawan, tumpangan motor Grab atau Gojek jauh lebih baik karena harganya tetap dan pengemudinya terlacak.
Bepergian di Jakarta dengan Berjalan Kaki
Berjalan kaki di Jakarta mungkin dilakukan dalam waktu singkat tetapi menantang sebagai moda transportasi utama. Trotoar tidak konsisten โ beberapa bagian di sepanjang Sudirman dan Thamrin lebar dan terawat dengan baik, sementara di area lain trotoar rusak, terhalang oleh pedagang, atau bahkan tidak ada. Panas dan kelembaban (Jakarta terletak hampir tepat di khatulistiwa) membuat jalan kaki jarak jauh melelahkan, dan menyeberang jalan utama bisa terasa seperti olahraga ekstrem.
Meskipun demikian, beberapa lingkungan layak dijelajahi dengan berjalan kaki. Alun-alun Kota Tua padat dan ramah pejalan kaki. Area sekitar Monas (Monumen Nasional) memiliki ruang terbuka yang luas. Jalan-jalan berjejer kafe di Kemang menyenangkan untuk berjalan-jalan di malam hari. Cukup lakukan jalan kaki singkat, bawa air, dan gunakan transportasi umum atau ride-hailing untuk mengisi celah antar kantong yang dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.
Membandingkan Pilihan Anda
| Moda | Biaya Umum | Durasi | Terbaik Untuk |
|---|---|---|---|
| MRT | Rp 3.000-14.000 ($0.20-$1) | Cepat, jadwal tetap | Perjalanan utara-selatan di sepanjang koridor Sudirman-Thamrin |
| KRL Commuterline | Rp 3.000-13.000 | Sedang, bervariasi per jalur | Mencapai Kota Tua, Manggarai, atau area pinggiran kota |
| TransJakarta | Tarif tetap Rp 3.500 | Sedang (jalur khusus membantu) | Perjalanan hemat di seluruh kota |
| GrabCar / GoCar | Rp 50.000-100.000+ per perjalanan | Sangat bervariasi dengan lalu lintas | Kenyamanan dari pintu ke pintu, perjalanan larut malam, rombongan |
| GrabBike / GoRide | Rp 10.000-25.000 per perjalanan | Tercepat dalam lalu lintas | Pelancong solo menghindari kemacetan jam sibuk |
| Taksi Meteran (Blue Bird) | Rp 40.000-60.000 untuk 10 km | Bervariasi dengan lalu lintas | Perjalanan nyaman tanpa perlu aplikasi |
| Bajaj | Rp 15.000-30.000 (negosiasi) | Jarak pendek saja | Perjalanan singkat di lingkungan lama, pengalaman lokal |
| Berjalan Kaki | Gratis | Lambat, tergantung cuaca | Menjelajahi area padat seperti Kota Tua atau Monas |
Tips Praktis untuk Bepergian di Jakarta
Aplikasi yang perlu diunduh sebelum Anda tiba:
- Grab dan Gojek - penting untuk ride-hailing. Siapkan pembayaran (tautkan kartu atau isi e-wallet) sebelum Anda membutuhkan tumpangan.
- Google Maps - dapat diandalkan untuk petunjuk arah transit termasuk rute TransJakarta, MRT, dan KRL. Ini juga menunjukkan lalu lintas real-time, yang membantu Anda memutuskan antara mengemudi dan naik kereta.
- Tije - aplikasi resmi TransJakarta untuk perencanaan rute dan pelacakan bus real-time.
- MyBlueBird - untuk memesan taksi Blue Bird meteran secara langsung.
Tips pembayaran dan uang:
- Dapatkan kartu uang elektronik (Flazz dari BCA, e-money dari Mandiri, atau TapCash dari BNI) segera setelah Anda tiba. Ini berfungsi di MRT, KRL, dan TransJakarta, dan dapat dibeli serta diisi ulang di minimarket (Indomaret, Alfamart) atau kios stasiun.
- Bawa uang tunai pecahan kecil (pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000) untuk naik bajaj dan pembelian di jalan. Pengemudi jarang memiliki kembalian untuk pecahan Rp 100.000.
- E-wallet GoPay dan OVO diterima secara luas di luar ride-hailing โ Anda dapat menggunakannya di restoran, minimarket, dan pedagang kaki lima.
Waktu adalah segalanya:
- Jam sibuk di Jakarta berlangsung kira-kira pukul 07.00-09.30 dan 16.30-20.00 pada hari kerja. Lalu lintas jalan selama jam-jam ini sangat parah. Rencanakan perjalanan berbasis kereta api atau hindari bergerak selama jam-jam ini jika memungkinkan.
- Hujan menyebabkan banjir bandang (banjir) yang dapat melumpuhkan seluruh lingkungan, terutama selama musim hujan (November hingga Maret). Jika hujan lebat dimulai, tetaplah di tempat sampai reda daripada mencoba melewati jalanan yang banjir.
- Minggu pagi sangat istimewa โ jalanan sepi, dan sebagian Sudirman dan Thamrin ditutup untuk mobil untuk "Hari Bebas Kendaraan Bermotor," menjadikannya sempurna untuk berjalan kaki atau bersepeda.
Menghindari kesalahan umum:
- Jangan naik taksi non-meteran dari bandara atau stasiun kereta api tanpa menyepakati harga terlebih dahulu โ atau lebih baik lagi, gunakan konter taksi resmi atau aplikasi ride-hailing Anda.
- Saat menggunakan GrabCar atau GoCar, konfirmasikan plat nomor sesuai dengan aplikasi sebelum naik. Pengemudi terkadang mengirim kendaraan yang berbeda.
- Jangan berasumsi jarak pendek berarti waktu tempuh yang singkat. Perjalanan 3 kilometer melalui pusat Jakarta pada pukul 18.00 dapat memakan waktu 45 menit dengan mobil.
Tips bahasa:
- Sebagian besar rambu MRT dan TransJakarta bilingual. Aplikasi Grab dan Gojek berfungsi dalam bahasa Inggris.
- Pengemudi taksi dan operator bajaj biasanya berbicara bahasa Inggris terbatas. Tuliskan tujuan Anda dalam Bahasa Indonesia atau tunjukkan di Google Maps. Mengatakan "ke" (ke) diikuti nama tujuan berfungsi: "Ke Monas" atau "Ke Kota Tua."
- "Berapa?" berarti "Berapa harganya?" - berguna untuk menegosiasikan tarif bajaj.
Anda dapat membandingkan pilihan transportasi dan merencanakan rute spesifik antara tujuan utama Jakarta di GoAsia.cc untuk menghemat waktu sebelum perjalanan Anda.
Rute dan Destinasi Populer
Bandara ke Pusat Jakarta: Bandara Internasional Soekarno-Hatta terletak sekitar 25 kilometer barat laut pusat kota. Pilihan paling nyaman adalah transfer pribadi atau taksi, yang berharga antara $36 dan $126 tergantung jenis kendaraan dan memakan waktu sekitar 30 menit dalam lalu lintas lancar (meskipun jam sibuk dapat menggandakan atau melipatgandakan waktu itu). Airport Railink (Kereta Bandara Soekarno-Hatta) menghubungkan bandara ke stasiun BNI City Sudirman, dengan tarif berkisar antara $9 hingga $114 tergantung kelas, dan perjalanan memakan waktu 10 hingga 17 menit โ menjadikannya pilihan tercepat dan paling dapat diprediksi. Dari stasiun BNI City, Anda dapat berpindah ke MRT atau memesan Grab ke tujuan akhir Anda.
Kota Tua: Naik MRT atau KRL Commuterline ke stasiun Jakarta Kota, yang akan menurunkan Anda tepat di tepi alun-alun bersejarah. Dari Sudirman, kereta komuter memakan waktu sekitar 20 menit. Alternatifnya, Koridor 1 TransJakarta membentang dari Blok M melalui Monas hingga Kota.
Monas (Monumen Nasional): MRT berhenti di stasiun Monas (pada perpanjangan yang lebih baru). Dari selatan, ini adalah pilihan termudah. TransJakarta juga melayani area tersebut melalui berbagai koridor, dan stasiun Gondangdia KRL Commuterline berjarak berjalan kaki singkat.
Blok M dan Jakarta Selatan: Stasiun Blok M MRT adalah pintu gerbang ke kehidupan malam, kuliner, dan belanja di area ini. Dari Bundaran HI, hanya beberapa pemberhentian ke selatan. Untuk Kemang, naik MRT ke Blok M atau Blok A lalu naik GrabBike singkat ke timur.
Jadwal
| Taxi Jakarta - Jakarta $ 34.38–121.56 30m | |
|
|
| Train Jakarta - Jakarta $ 8.66–110.03 10m – 17m | |
|
|
Pertanyaan Umum
Anda dapat memesan kereta, bus, taksi, dan transportasi lokal di Jakarta langsung di GoAsia.cc. Gunakan alat pemesanan di halaman ini untuk membandingkan semua pilihan dan harga secara real time.
Pendekatan terbaik adalah menggabungkan MRT dan TransJakarta untuk jarak yang lebih jauh dengan Grab atau Gojek untuk perjalanan dari pintu ke pintu. MRT cepat dan menghindari kemacetan di sepanjang koridor Sudirman utara-selatan, sementara aplikasi ride-hailing mengisi celah. Selama jam sibuk, taksi motor (GrabBike atau GoRide) seringkali merupakan pilihan tercepat.
Jakarta sangat terjangkau untuk bepergian. MRT berharga Rp 3.000 hingga Rp 14.000 per perjalanan (kurang dari $1), TransJakarta memiliki tarif tetap Rp 3.500 ($0.22), dan perjalanan GrabCar melintasi kota biasanya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 ($3 hingga $7). Taksi motor berharga serendah Rp 10.000 untuk perjalanan singkat.
Ya, transportasi umum Jakarta umumnya aman untuk wisatawan. MRT dan TransJakarta diawasi dengan baik oleh petugas keamanan dan CCTV. Gerbong khusus wanita tersedia di KRL Commuterline. Seperti halnya kota besar lainnya, awasi barang bawaan Anda di bus dan kereta yang ramai, dan gunakan perusahaan taksi terkemuka seperti Blue Bird atau aplikasi ride-hailing.
Tentu saja โ Grab dan Gojek adalah alat penting di Jakarta. Keduanya menawarkan tumpangan mobil dan taksi motor, dan berfungsi dalam bahasa Inggris. Anda dapat membayar dengan uang tunai, kartu kredit, atau e-wallet (OVO untuk Grab, GoPay untuk Gojek). Unduh dan siapkan kedua aplikasi sebelum Anda tiba, karena cakupan dan harga dapat bervariasi di antara keduanya.
Ya, Anda memerlukan kartu uang elektronik untuk MRT, KRL Commuterline, dan TransJakarta โ uang tunai tidak diterima di gerbang. Kartu seperti Flazz, e-money Mandiri, atau TapCash BNI dapat dibeli di kios stasiun atau minimarket Indomaret atau Alfamart mana pun dengan biaya kecil, lalu diisi ulang sesuai kebutuhan.
Jakarta secara keseluruhan bukan kota yang ramah pejalan kaki karena ukurannya, panas, trotoar yang tidak konsisten, dan lalu lintas padat. Namun, beberapa area menyenangkan untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, termasuk alun-alun Kota Tua, area sekitar Monas, dan jalan-jalan di Kemang atau Menteng. Rencanakan untuk berjalan kaki di dalam area ini dan gunakan transit atau ride-hailing di antaranya.
Pilihan tercepat adalah kereta Airport Railink ke stasiun BNI City di Sudirman, yang memakan waktu 10 hingga 17 menit dan berharga mulai dari $9 tergantung kelas. Alternatifnya, transfer pribadi atau taksi berharga $36 hingga $126 dan memakan waktu sekitar 30 menit dalam lalu lintas lancar, meskipun jam sibuk dapat memperpanjang waktu ini secara signifikan. Dari stasiun BNI City, berpindah ke MRT atau pesan Grab untuk perjalanan terakhir.
Hindari transportasi berbasis jalan selama jam sibuk (07.00-09.30 dan 16.30-20.00 pada hari kerja). Gunakan MRT atau KRL Commuterline untuk perjalanan yang lebih jauh selama jam sibuk. Jika Anda harus bepergian dengan mobil, berangkatlah sangat pagi atau tunggu sampai setelah jam sibuk. Taksi motor dapat meliuk-liuk di antara kemacetan tetapi tidak untuk semua orang. Minggu pagi menawarkan lalu lintas paling lengang dalam seminggu.